Menaker Luncurkan Program Diaspora Peduli Bagi Pekerja Ter-PHK Akibat Covid-19

Diaspora Care ini juga merupakan wujud nyata program pemerintah yakni solidaritas kemanusiaan lintas batas, lintas negara

Kemnaker
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Pendiri Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal melakukan video conference dengan para diaspora dari berbagai negara di dunia di kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (15/5/2020) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memimpin langsung peluncuran Diaspora Peduli (Diaspora Care) di Graha Badan Nastional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (18/5/2020).

Menaker Ida Fauziyah mengatakan program Diaspora Peduli merupakan upaya untuk bergandengan tangan, mendekatkan hati dan berbagi rezeki antara Diaspora dengan masyarakat Indonesia, khususnya korban PHK dan yang dirumahkan.

Diaspora Care ini juga merupakan wujud nyata program pemerintah yakni solidaritas kemanusiaan lintas batas, lintas negara sebagai cara untuk mengalahkan Covid-19.

"Diaspora Care ini kegiatan mengumpulkan donasi dari para diaspora untuk membantu saudara-saudara kita di tanah air yang terdampak pandemi Covid-19 khususnya pekerja terPHK dan dirumahkan," ujar Ida Fauziyah.

Menteri Ida menjelaskan dalam program Diaspora Peduli ini, para Diaspora Indonesia di berbagai penjuru dunia menunjukkan kepdulian untuk ringankan beban dari dampak pandemi di tanah air.

"Saya bangga dan terharu karena para Diaspora juga terpapar dengan pandemi Covid-19, tetapi mereka menunjukkan kepedulian dan kecintaannya kepada negeri ini," ujar Menaker Ida.

Ida Fauziyah menambahkan para Diaspora akan membantu pekerja korban PHK dan dirumahkan melalui program one family to one family sebesar 50 dolar AS/bulan (setara Rp780ribu).

Mekanisme bantuan dilakukan secara online, yakni calon donatur akan memilih calon penerima donasi dengan melihat profilnya melalui www.diasporapeduli.id.

"Saya berharap 6 juta Diaspora yang tersebar di dunia segera berpartisipasi dalam program kemanusiaan lintas batas, lintas negara ini," kata Ida Fauziyah.

Sementara pendiri Diaspora, Dino Patti Djalal menegaskan Diaspora Peduli ini, memanfaatkan segmen khusus bangsa Indonesia yakni 6 juta diaspora yang kaya dengan ilmu, modal, jaringan idealisme, patriotisme untuk sambung rasa, sambung rezeki dengan tenaga kerja di Indonesia yg terPHK atau dirumahkan.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved