Breaking News:

Optimalkan Program Tol Laut, Kemenhub Siapkan Angkutan Ternak dan Logistik Jelang Iduladha 1441 H

Menjelang Hari Raya Iduladha 1441 H yang jatuh pada akhir Juli 2020, permintaan kebutuhan hewan ternak semakin meningkat.

dok. Kemenhub
Untuk memastikan pasokan hewan ternak jelang Idul Adha yang menjadi Peak Season setiap tahunnya, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan terus mengoptimalkan angkutan ternak yang sudah beroperasi sejak tahun 2018 lalu. 

“Sebagian besar 85% (kapal-kapal Kontainer Tol Laut) kita arahkan menuju Indonesia Timur, ini adalah untuk memecahkan isu kesenjangan pemerataan pembangunan juga kita melaksanakan apa yang tercantum di dalam Nawa Cita dimana disana Pemerintah berkomitmen untuk membangun Indonesia dari 3TP (tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan),” ucap Dia.

Selain itu, Capt. Wisnu mengatakan sejak tahun 2015 Kementerian Perhubungan telah memilik Kapal Ternak sendiri, yaitu KM Camara Nusantara 1. Melihat animo yang cukup besar, pada tahun 2018 Kemenhub kembali menambah armada Kapal Ternak, antara lain KM Camara Nusantara 2, 3, 4, 5 dan 6.

Selama masa pandemi Covid-19, sejak bulan Maret 2020 sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Ia mengatakan bahwa kebijakan yang ditetapkan oleh Kemenhub adalah jelas bahwa logistik tidak boleh dihambat, para Gubernur dan Bupati harus memastikan bahwa kapal-kapal pengangkut barang termasuk ternaknya tidak terhambat.

“Kita bisa melihat dimana ekspor-impor kita mengalami penurunan akibat penurunan perdagangan dunia, justru untuk pengiriman logistik dalam negeri kita masih bertahan, bahkan menunjukan ada kenaikan sekitar 1 - 2%. Ini menunjukkan bahwa jika kita sungguh-sungguh mengelola UMKM dengan baik, kemudian produsen industri hasil daerah itu bisa menopang perekonomian dalam negeri kita. Dengan demikian, Tol Laut adalah backbone atau kemampuan mandiri Bangsa kita ketika perdagangan antar pulau ini bisa kita pastikan sistem logistiknya dengan baik,” tutur Capt. Wisnu.

Dalam hal ini, Kementerian Perhubungan telah mendesain suatu aplikasi digital yang kita sebut Inaportnet, khusus program tol laut untuk memantau siapa yang membooking ada Logistic Communication System, (LCS) dan LCS khusus untuk ternak tahun ini akan launching sehingga nanti pedagang dan pengirim ternak bisa memanfaatkan LCS dengan baik dan bagi aparat yang mengontrol bahkan lebih mudah membandingkan kondisi ril di lapangan (di atas kontainer) dengan apa yang ada di dalam dokumen.

“Saya kira isu ke depan adalah memperbaiki manifest domestik sehingga semuanya menjadi transparan dan kita mudah,” kata Capt. Wisnu.

Terakhir, Capt. Wisnu menyatakan bahwa pihaknya telah siap menghadapi Idul Adha dan tidak harus tergantung pada sapi dari Australia dan New Zealend tetapi kalau kita dapat kembangkan sendiri sapi lokal mungkin bisa memenuhi kebutuhan nasional.

Turut hadir pula menjadi narasumber dalam webinar tersebut antara lain Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas Kemenko Maritim dan Investasi Rusli Rahim, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Fini Murfiani, Kasub Satgas Pangan Kombes Pol. Helfi Assegaf, dan Kepala Program Studi Pasca Sarjana Teknik Sistem Perkapalan ITS Saut Gurning. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved