Breaking News:

Mensos Dorong Realisasi Anggaran Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil

Salah satu langkah akselerasi yang telah direalisasikan adalah mendorong realisasi anggaran bagi pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Kemensos
Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara saat membuka kegiatan "Percepatan Anggaran Pemberdayaan KAT" di Jakarta (28/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM – Salah satu arahan Presiden Joko Widodo bagi kementerian/lembaga (K/L) adalah terus mengakselerasi realisasi anggaran. Hal itu pula yang dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Salah satu langkah akselerasi yang telah direalisasikan adalah mendorong percepatan realisasi anggaran bagi pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Selasa (28/7/2020) Direktorat Pemberdayaan KAT menyelenggarakan Kegiatan Percepatan Anggaran Pemberdayaan KAT Tahun 2020. Kementerian Sosial sekaligus memberikan bantuan sosial dari dana hibah senilai Rp 251.200.000,00 bagi warga Suku Anak Dalam Jambi.

“Negara melalui Kementerian Sosial terus berupaya memberikan perhatian ekstra bagi saudara-saudara kita yang berada di KATl. Di masa pandemi Covid-19 ini, bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19 harus tetap kita berikan, termasuk bagi warga KAT," kata Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara saat membuka kegiatan "Percepatan Anggaran Pemberdayaan KAT" di Jakarta (28/7/2020).

Baca: Kemensos Beri Komunitas Adat Terpencil Bansos Tunai

Kegiatan diikuti oleh 78 peserta yang berasal dari 23 provinsi dan 16 kabupaten, terdiri dari Dinas Sosial dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang terlibat dalam pemberdayaan KAT.

Selanjutnya Mensos Juliari menyatakan,  bahwa ia mendorong para staf dan jajarannya untuk membuat program yang dari hati dan jiwa agar kebermanfaatan program bisa dirasakan oleh semua masyarakat.

Mensos juga menginstruksikan bahwa anggaran Tugas Pembantuan yang ada di  daerah harus bisa segera terealisasi, dengan tetap menerapkan prinsip akuntabilitas.

Di lain hal, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Edi Suharto menambahkan beberapa poin tentang Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Berbasis Stakeholder (PKAT BeST).

PKAT PKAT BeST merupakan program penguatan pemberdayaan KAT agar mampu memenuhi dan meningkatkan kualitas kehidupan warga KAT secara berkelanjutan.

Baca: Milenial Sambut Baik Kelancaran Penyaluran Bansos Kemensos

Model PKAT PKAT BeST mengacu pada 4P yaitu People, Production, dan Planet, dan didukung adanya Partnership. Empat hal tersebut merupakan poin utama bagi kita untuk menentukan arah kebijakan pemberdayaan KAT ke depannya. People dapat diartikan sebagai pengetahuan, kesehatan, kearifan lokal. Production artinya mengedapankan sustainable livelihood terfokus pada keberlangsungan hidup warga KAT. Planet yang berarti kebergantungan pada sumber daya alam.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved