Breaking News:

Jelang Angkutan Nataru, Kemenhub Uji Petik Kapal Penumpang di Pelabuhan Benoa Bali

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memastikan pemenuhan standar kelaiklautan kapal menjelang angkutan laut Natal dan Tahun Baru

Humas Ditjen Perhubungan Laut
Tim Uji Petik Kantor Pusat melakukan pemeriksaan kapal penumpang di pelabuhan Benoa Bali. 

TRIBUNNEWS.COM, BENOA BALI - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memastikan pemenuhan standar kelaiklautan kapal menjelang angkutan laut Natal tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 di seluruh perairan Indonesia, dengan melaksanakan ramp check atau uji petik kelaiklautan kapal.

Setelah uji petik dilakukan di wilayah Indonesia bagian Timur beberapa waktu lalu, di Minggu ini, Tim Uji Petik Kantor Pusat melakukan pemeriksaan kapal penumpang di pelabuhan Benoa Bali, sesuai dengan surat keputusan Direktur Perkapalan dan Kepelautan nomor KP.92/PK/DK, tanggal 19 november 2020 tentang Pembentukan tim pela─Ěsana kegiatan pemeriksaan kelaiklautan kapal dalam rangka natal tahun 2020 dan tahun baru 2021.

Tim Uji Petik Kantor Pusat yang dipimpin Kepala Seksi Pengawakan Kapal dan Standarisasi Sertifikat Pelaut Tingkat Operasional, Indang Noerkajati dan Marine Inspector Akmad Yani Ridzani, Febriyanti, Penilik Nautis Teknis & Radio Kapal, Beny J Molta, Surveyor Rancang Bangun kapal, Rachmat A Nirang, dan kepala seksi kelaiklautan kapal KSOP Benoa, Heri Eko A. Winarno beserta tim Merine Inspector, melaksanakan pemeriksaan terhadap 3 (tiga) kapal penumpang di Pelabuhan Benoa Bali.

Dimana ikut menyaksikan dalam pelaksanaan uji petik kapal pelni KM.Tilong Kabila tersebut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Benoa, Agustinus Maun ST.MT, Dirut PT. Pelni dan Kepala Cabang PT. Pelni Benoa.

Tim uji petik tersebut melakukan uji petik dan pemeriksaan kapal terhadap 3 (tiga) kapal penumpang yakni kapal penumpang KM. Tilong Kabila yang dioperasikan oleh PT. PELNI dan 2 (dua) kapal penumpang fastboat milik swasta yaitu KM. Grand Tanis Lembongan Express dan KM. Kebo Iwa Express yang melayani penyeberangan Sanur - Nusapenida dan Sanur - Nusa Lembongan.

Pemeriksaan pada KM. Tilong Kabila selain dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen kapal dan sertifikat,alat keselamatan, dilakukan testing watertight door, lifeboat swing out, lifeboat engine, emergency alarm, radio di anjungan include emergency steering gear, testing ows alarm, emergency generator include testing fire pump on nozzle seaside, emergency steering gear with anjungan (by call).

“Begitu juga terhadap 2 (dua) kapal penumpang fastboat yaitu KM. Grand Tanis Lembongan Express dan KM. Kebo Iwa Express dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen & sertifikat kapal, alat keselamatan termasuk cek engine," kata Kepala Seksi Pengawakan Kapal dan Standarisiasi Sertifikat Pelaut Tingkat Operasional, Indang selaku Ketua Tim Uji Petik di Pelabuhan Benoa.

Selanjutnya, setelah dilakukan pemeriksaan, Tim Uji Petik berkesimpulan bahwa secara umum kondisi kapal penumpang di Pelabuhan Benoa dalam keadaan baik dan laik laut serta siap untuk melayani angkutan laut Natal 2020 dan tahun baru 2021 di Pelabuhan Benoa Bali.

“Terhadap beberapa temuan minor, Tim Uji Petik memberikan catatan rekomendasi untuk segera dilengkapi dan diperbaiki. Untuk nantinya dapat melayani angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dengan aman, lancar, selamat tidak ada kendala dalam pelayaran," tegas indang.

Sementara menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Benoa Agustinus Maun pelaksanaan uji petik kapal penumpang di Benoa merupakan tindaklanjut dari Instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor HK.211/5/16/DJPL/2020 tentang Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal Penumpang dalam Rangka Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, yang memerintahkan agar semua kapal penumpang yang akan digunakan untuk melayani angkutan natal 2020 dan tahun baru 2021 harus dilakukan uji petik atau kelaiklautan kapal mulai tanggal 16 November 2020 sampai dengan 14 Desember 2020.

“Sebenarnya kegiatan uji petik atau pemeriksaan kelaiklautan kapal ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut guna lebih menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran bagi masyarakat," tutup Agustinus.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved