Breaking News:

Keikutsertaan Indonesia pada Hannover Messe 2021 sebagai Upaya Economic Recovery

Presiden RI telah mengarahkan bahwa Indonesia akan kembali tampil menjadi Partner Country pada Hannover Messe 2021.

Istimewa
Indonesia akan kembali tampil menjadi Partner Country pada Hannover Messe 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Pasca pembatalan Hannover Messe 2020 akibat pandemi Covid-19, Presiden RI telah mengarahkan bahwa Indonesia akan kembali tampil menjadi Partner Country pada Hannover Messe 2021.

Hannover Messe merupakan sebuah eksibisi teknologi industri yang bergengsi dan terbesar di dunia, Indonesia harus dapat memanfaatkan kesempatan ini utamanya untuk menampilkan wajah Indonesia dalam transformasi ekonomi khususnya bidang industri. Presentasi Indonesia pada event akbar tersebut akan mengalami perubahan secara konsep berupa penekanan isu economic recovery post pandemi.

Pada kesempatannya dalam Webinar Sosialisasi Indonesia Partner Country Hannover Messe 2021 (08/12), Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timur Tengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Fajar Wirawan Harijo menuturkan, “Dampak pandemi Covid-19 pada kondisi pertumbuhan ekonomi di seluruh negara mengalami penurunan realisasi pertumbuhan ekonomi. Angka pertumbuhan ekonomi secara kuartal menunjukan bahwa Indonesia telah melewati titik terendah dan hal tersebut memberikan indikasi bahwa kebijakan yang ditempuh pemerintah sudah on the right track. Kita ketahui bahwa dari kuartal kedua sebesar -5,32% berhasil meningkat kembali menjadi -3,49% pada kuartal ketiga tahun ini. Diharapkan pertumbuhan ini dapat bergerak ke angka/ranah yang positif.” 

Pandemi Covid-19 selain berdampak pada aspek kesehatan dan aspek sosial, juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mengubah dan melakukan sejumlah reformasi struktural dalam rangka transformasi ekonomi agar dapat bergerak dan untuk tumbuh dengan cepat dan sekaligus mendorong pemulihan ekonomi kedepannya.

“Salah satu upaya dalam melakukan transformasi ekonomi tersebut adalah dengan menerapkan industry 4.0 (Making Indonesia 4.0), langkah ini dimaksudkan untuk merevitalisasi manufaktur sebagai bentuk mitigasi di industrialisasi.” Tuturnya.

Indonesia telah ditunjuk sebagai partner country serta terdapat 7 sektor prioritas dari making Indonesia 4.0 yakni makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, elektronik, kimia, farmasi dan peralatan medis yang akan menunjukan potensi nya pada pameran Hannover Messe.

Sektor-sektor yang menerapkan Industri 4.0 ini diharapkan akan memberikan potensi dan peluang besar untuk melipatgandakan produktivitas tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan daya saing dan meningkatkan pangsa pasar global.

Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country diharapkan akan menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukan adanya ketahanan industri nasional pasca pandemi Covid-19. Selain itu juga dapat dijadikan ajang kampanye bagi Indonesia atau khususnya Making Indonesia 4.0.

Keikutsertaan Indonesia di Hannover Messe juga dapat diartikan sebagai bagian dari desain besar upaya untuk mengatasi krisis (economic recovery) akibat pandemi Covid-19. Keterlibatan di Hannover Messe dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan resilience atau kemampuan bertahan Industri Indonesia atas krisis, dan keterbukaan Indonesia pada kerja sama investasi yang dapat diwujudkan dalam bentuk (relokasi) investasi industri dan pengembangan global supply chain. Selain itu dapat meningkatkan investasi, mendorong meningkatkan diplomasi ekonomi dan budaya, mendorong ekspor kerjasama industri dan kerjasama transfer teknologi.

Industri manufaktur nasional memiliki kesempatan besar untuk menunjukkan kemampuannya di mata dunia dalam bertransformasi menuju industri 4.0. Karenanya, pemerintah bertekad memanfaatkan peluang sebagai negara mitra resmi di Hannover Messe, Jerman pada 12-16 April 2021. Indonesia telah menyatakan kesiapan sektor manufaktur untuk bertransformasi ke arah era industri 4.0.

“Kehadiran Indonesia sebagai Partner Country Hannover Messe 2021, harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekuatan teknologi industri serta mendorong keterhubungan industri Indonesia dengan jejaring rantai suplai global. Tentunya hal ini berperan penting dalam memperkuat hubungan bilateral dan kerjasama ekonomi Indonesia dengan Jerman, tidak hanya terbatas pada perdagangan, investasi dan industri saja, tetapi juga akan menyentuh pada dimensi pembangunan berkelanjutan (sustainability development),” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Dody Widodo (15/12).

Kehadiran Indonesia pada Hannover Messe 2021 membawa misi utama untuk mempromosikan roadmap Making Indonesia 4.0. yang tercermin dari tema sebagai Partner Country (“Making Indonesia 4.0”). Tema dimaksud masih sangat relevan dengan Tema Hannover Messe 2021 yaitu Industrial Transformation.

Indonesia juga akan mempertahankan tagline: “Connect to Accelerate” untuk mendorong sinergitas yang ingin dibentuk untuk mendukung pertumbuhan industri 4.0 di Indonesia. Tagline “Connect to Accelerate” menjadi sebuah branding strategy yang menggambarkan ajakan dan undangan kepada semua pemangku kepentingan (government, industries & investors) di dalam maupun luar negeri untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam rangka mempercepat dan memperkuat pertumbuhan industri Indonesia melalui penerapan teknologi industri 4.0.

Dody menyampaikan, untuk menyukseskan partisipasi Indonesia pada Hannover Messe 2021, kehadiran para pelaku Industri Indonesia perlu didorong untuk dapat memanfaatkan momentum status Indonesia sebagai Partner Country.

Dukungan dari Kementerian dan Para Lembaga terkait sangat penting untuk membawa pesan kuat untuk national branding, menunjukkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru perekonomian dunia, serta pemain manufaktur global dengan visi misi yang jelas dan terarah. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved