Breaking News:

Kemenhub Temukan Pengguna Surat Rapid Test Palsu di Pelabuhan Samarinda

Sebanyak 3 (tiga) orang penumpang berhasil diamankan dan saat ini sudah diproses hukum di Polsek Samarinda.

Istimewa
Kemenhub Temukan Pengguna Surat Rapid Test Palsu di Pelabuhan Samarinda, Minggu (3/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Samarinda bekerjasama dengan instansi terkait di Pelabuhan berhasil mengungkap adanya penggunaan surat rapid test palsu di Pelabuhan Samarinda.

Melalui konferensi pers yang dilaksanakan pada Minggu kemarin (3/1), Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Samarinda, Mukhlis Tohepaly, menyampaikan bahwa temuan surat rapid tes palsu di Kawasan Pelabuhan Samarinda tersebut berhasil diungkap pada saat petugas gabungan dari KSOP Kelas II Samarinda, Polsek Kawasan Pelabuhan (KP), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II dan Pelindo IV Cabang Samarinda melakukan pengecekan kapal dan penumpang pada Rabu (30/12/2020) lalu.

“Pada saat petugas melakukan validasi untuk mengecek keaslian surat, ternyata ditemukan kejanggalan dan didapati adanya penumpang yang membawa surat rapid tes dari sebuah klinik di Kota Samarinda yang ternyata palsu,” jelas Mukhlis.

Mukhlis menjelaskan, surat rapid tes palsu tersebut didapati digunakan oleh beberapa penumpang yang hendak menaiki kapal menuju Pare-Pare, Sulawesi Selatan dari Pelabuhan Samarinda. Temuan ini, kemudian dilaporkan ke Posko Pelayanan Terpadu Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dan selanjutnya diproses laporan ke Polsek KP Samarinda.

“Sebanyak 3 (tiga) orang penumpang berhasil diamankan dan saat ini sudah diproses hukum di Polsek Samarinda,” tukas Mukhlis.

Ke depannya, Mukhlis menambahkan, pihaknya akan terus menjalin sinergi dengan unsur-unsur terkait di Pelabuhan untuk memperketat pengawasan dan validasi terhadap surat rapid test yang diperlukan untuk melakukan perjalanan jauh dari dan menuju Samarinda.

“Ke depannya, validasi akan dilakukan satu pintu sehingga lebih ketat dan teliti. Jadi semua penumpang yang akan naik ke kapal harus melakukan validasi dan screening di dalam terminal,” tegas Mukhlis.

Lebih lanjut, Mukhlis menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan dan melaksanakan protokol Kesehatan secara sungguh-sungguh guna mencegah penyebaran dan penularan Covid-19.

“Sesungguhnya keselamatan dan keamanan transportasi laut yang berkesehatan adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu kiranya kita semua bisa lebih mengambil peranan dan tanggung jawab dalam mewujudkannya,” tutup Mukhlis.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved