Breaking News:

Libatkan Warga Setempat, Menteri PUPR Tinjau Program PKT Jalan dan Jembatan Pantura

Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran COVID-19.

Istimewa
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyempatkan untuk meninjau pelaksanaan Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) di Ruas Batas Kota Batang - Batas Kabupaten Kendal, Minggu (28/3/2021) 

TRIBUNNEWS.COM - Di penghujung Maret 2021, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyempatkan untuk meninjau pelaksanaan Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) di Ruas Batas Kota Batang - Batas Kabupaten Kendal, tepatnya di KM 73+800 yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah - DI.Yogyakarta, Ditjen Bina Marga.

Kegiatan PKT yang meliputi preservasi Jalan Pemalang - Pekalongan - Batang - Plelen dan drainase di ruas Pemalang - Pekalongan - Batang - Plelen tersebut dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp11,78 miliar dan menyerap 256 tenaga kerja.

BBPJN Jawa Tengah - DI.Yogyakarta sendiri menyalurkan program PKT di 49 lokasi dengan anggaran Rp 29,7 miliar untuk menyerap 4.620 tenaga kerja.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki berpesan bahwa program PKT terus dilaksanakan agar mendukung peningkatan daya beli masyarakat. Diharapkan manfaatnya dapat langsung memberikan kontribusi pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasca Pandemi COVID-19.

“Program PKT dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi,” ujar Menteri Basuki.

Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, tambah Menteri Basuki, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/pelosok.

“Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” jelas Menteri Basuki.

Turut mendampingi Menteri Basuki, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan PUPR Endra S. Atmawidjaja, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I, Ditjen Bina Marga Akhmad Cahyadi, Kepala BBPJN DKI Jakarta Hari Suko Setiono, dan Kepala BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta Satrio Sugeng Prayitno.

Secara nasional, pelaksanaan PKT bidang jalan dan jembatan pada Tahun 2021 dialokasikan sebesar Rp6,84 triliun dari total anggaran PKT sebesar Rp23,24 triliun, dengan target menyerap 273.603 tenaga kerja.

Tercatat hingga 26 Maret 2021, dana PKT untuk peningkatan kualitas jalan dan jembatan terserap  Rp594,5 miliar (8,68%) dengan jumlah tenaga kerja terlibat sebanyak 116.441 orang.

Kegiatan PKT disalurkan oleh BBPJN/BPJN Kementerian PUPR yang tersebar di 33 provinsi diantara meliputi preservasi jalan dan jembatan, revitalisasi drainase, OP jalan tol serta PKT Tambahan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional dengan mengubah kegiatan kontraktual menjadi padat karya.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved