Breaking News:

Dukung Ketahanan Air & Pangan, Kementerian PUPR Bangun Bendungan Ladongi

Kementerian PUPR targetkan pembangunan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur rampung pada akhir tahun 2021.

Kementerian PUPR
Kementerian PUPR Menargetkan Perampungan Bendungan Ladongi, Sulawesi Tenggara untuk dukung Ketahanan Air dan Pangan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air terus menambah pembangunan bendungan baru di sejumlah provinsi lumbung pangan nasional. Pembangunan bendungan baru ini ditujukkan untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional.  

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Indonesia memiliki potensi air yang cukup tinggi, yaitu sebesar 2,7 Triliun m3/tahun. Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan berjumlah 691 Miliar m3/tahun.

Sementara itu, Indonesia telah memanfaatkan sekitar 222 Miliar m3/tahun untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan, dan irigasi.

“Meski dengan potensi sebesar itu, keberadaannya tidak sesuai dengan ruang dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air. Dengan begitu, saat musim hujan air dapat ditampung dan kemudian dimanfaatkan pada musim kemarau. Itulah gunanya  bendungan dan embung/setu untuk penampungan air,” tutur Menteri Basuki.

Melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) IV Kendari Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR mulai membangun tiga bendungan di Sulawesi Tenggara. Salah satunya adalah Bendungan Ladongi yang terletak di Kabupaten Kolaka Timur.

Kabupaten Kolaka Timur di Provinsi Sulawesi Tenggara terbentuk pada tahun 2013 sebagai Daerah Pemekaran dari Kabupaten Kolaka, terletak sekitar 120 km di sebelah barat ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara

Ditinjau dari letak infrastruktur dan geografisnya, Kabupaten Kolaka Timur memiliki luas daerah irigasi yang cukup besar dengan potensi air di sungai Ladongi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

progres pembangunan bendungan ladongi
Progres pembangunan Bendung Ladongi telah mencapai 90,18%

Bendungan Ladongi merupakan bendungan tipe urugan batu dengan tanah lempung. Konstruksi dilakukan oleh kontraktor BUMN PT.Hutama Karya dengan kerja sama operasi (KSO) bersama kontraktor swasta nasional PT. Bumi Karsa serta konsultan supervisi PT Binatama Wirawredha Konsultan – PT Arga Pasca Rencana, KSO. 

Mulai dibangun tahun 2016, Bendungan Ladongi ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021, dengan progres saat ini telah mencapai 90,18%. Biaya pembangunan bendungan ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) multiyears tahun 2016-2021 sebesar Rp 865 Miliar untuk konstruksi paket I dan Rp 283 Miliar untuk paket II. 

Dengan kapasitas tampung sebesar 45,9 juta meter kubik dan luas genangan serta area sabuk hijau sebesar 246,13 hektar, nantinya bendungan ini akan menahan aliran Sungai Ladongi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. 

Bendungan Ladongi juga akan mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 hektar secara berkelanjutan di Kabupaten Kolaka Timur. Dengan dirampungkannya bendungan ini, diharapkan produktivitas lahan pertanian serta pendapatan petani akan meningkat dalam satu tahun. 

Tidak hanya untuk pertanian, Bendungan Ladongi akan turut dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar 0,12 m3/detik, pembangkit energi listrik sebesar 1,3 MW, serta mengurangi banjir dengan volume 132,25 m3/detik. Perampungan Bendungan Ladongi pun diharapkan akan menghasilkan potensi destinasi wisata baru di Kabupaten Kolaka Timur

Admin: Sponsored Content
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved