Breaking News:

Penuhi Kebutuhan Kapal, Kemenhub Dorong Kolaborasi Perusahaan Galangan Kapal dan Pelayaran Nasional

Dirjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan dorong kolaborasi perusahaan nasional dalam rangka penyediaan kapal komersil

Kemenhub RI
Kemenhub dorong kolaborasi antar perusahaan nasional 

Capt. Hermanta berharap, pembangunan kapal sukses sesuai dengan waktu yang ditetapkan dan kapal yang dibangun juga sesuai dengan standar internasional dan memenuhi peraturan perundang-undangan dalam negeri sehingga nantinya dapat beroperasi dengan baik guna mendukung kegiatan distribusi logistik, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Kementerian Perhubungan, katanya, selalu berupaya untuk berbenah guna memberikan pelayanan yang terbaik agar sektor industri perkapalan maupun pelayaran Indonesia semakin berkembang. Sebagai contoh, Indonesia baru saja menerima pengumuman bahwa Indonesia masuk dalam daftar White List Tokyo MoU. Ini merupakan untuk pertama kalinya bagi Indonesia.

“Pencapaian ini adalah berkat dukungan dan kerja sama semua pihak. Akan tetapi, tugas kita belum selesai. Kita harus mempertahankan kategori White List ini agar kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, khususnya terhadap kapal-kapal berbendera Indonesia semakin meningkat,” ujarnya.

Oleh karena itu, setiap kapal berbendera Indonesia yang beroperasi di luar negeri, harus benar-benar memperhatikan aturan Tokyo MoU, harus benar-benar comply terhadap aturan Tokyo MoU agar tidak menjadi temuan saat pemeriksaan oleh Port State Control di pelabuhan tujuan.

“Pesan ini kami sampaikan berulang-ulang kepada Shipowners maupun para awak kapal agar jangan sampai kapal kita yang beroperasi di luar negeri tidak comply sehingga terjadi penahanan. Karena, jika ini terjadi, yang rugi adalah perusahaan pelayaran, dan kondisi itu berpengaruh terhadap citra Indonesia di mata dunia internasional,” tegasnya.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan juga terus ditingkatkan. Misalnya, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan telah memperoleh memperoleh sertifikat manajemen ISO 9001:2015 dari British Standard Institute (BSI) group Dalam Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Adminstrasi Publik dimana penerapan ISO ini akan membawa perubahan cukup besar di Direktorat Perkapalan dan Kepelautan.

PT Sumber Marine Shipyard, perusahaan galangan kapal berbasis di Batam, Kepulauan Riau, membangun dua unit kapal PB Cement Carrier berkapasitas 4.500 Dead Weight Tonnage pesanan perusahaan pelayaran nasional PT Andalas Bahtera Baruna.

Kedua kapal tersebut diestimasi akan dibangun selama 12 bulan hingga 15 bulan dengan menggunakan kandungan lokal sebesar-besarnya serta dibangun oleh 100 persen sumber daya manusia Indonesia. "Kami bersyukur mendapatkan kepercayaan kembali untuk membangun kapal semen ketiga dan keempat dari PT Andalas Bahtera Baruna," kata Direktur PT Sumber Marine Shipyard Ronnie Kristanto.

Kedua kapal ini adalah sister ship. Spesifikasi kapal adalah Panjang 98 meter, lebar 18,20 M dan draf 4,80 M. Kapal didesign dengan mengandalkan sumber daya manusia Indonesia dan dengan mempertimbangkan secara detail rencana dan kebutuhan operasi nantinya sesuai regulasi internasional dan Pemerintah.

Ronnie menjelaskan realisasi pembangunan kapal semen ini menjadi bukti nyata bahwa galangan kapal nasional telah mampu memenuhi kebutuhan kapal angkut semen dalam negeri, khususnya kapal angkut semen dengan kapasitas dibawah 10.000 DWT.

“Oleh karena itu, seyogyanya, kapal angkut semen dengan tipe dan ukuran dibawah 10.000 DWT, dapat diprioritaskan pengadaannya melalui pembangunan kapal baru pada galangan dalam negeri dan membatasi impor,” tutupnya. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved