Kemenhub Sinergi dengan Regulator dalam Manajemen Keselamatan dan Operasional Kapal di Kalimantan

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antara regulator dan operator dalam mengimplementasikan berbagai aspek manajemen keselamatan pengo

Editor: Content Writer
dok. Kemenhub
Kegiatan workshop manajemen keselamatan bagi Designated Person Ashore dan manajemen operasional kapal. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar workshop manajemen keselamatan bagi Designated Person Ashore dan manajemen operasional kapal.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antara regulator dan operator dalam mengimplementasikan berbagai aspek manajemen keselamatan pengoperasian kapal di Indonesia.

Kasubdit Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal dan Perlindungan Lingkungan di Perairan, Stephanus Risdiyanto dalam sambutannya saat membuka acara mewakili Direktur perkapalan dan kepelautan mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh para peserta dari berbagai perusahaan pelayaran yang berdomisili di Kalimantan.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan profesionalitas para DPA dan pelaksana manajemen operasional kapal di berbagai perusahaan pelayaran terhadap berbagai aspek teknis dan hukum di bidang manajemen keselamatan pengoperasian kapal dalam ruang lingkup yuridiksi Republik Indonesia," ujarnya, Kamis (1/8).

"Pandemi saat ini telah banyak mempengaruhi operasional kapal. IMO telah menerbitkan Circular Letter tanggal 2 Maret 2020 mengenai Operational Considerations for Managing COVID-19 Cases/Outbreak on Board Ships," ujarnya.

"Berdasarkan hal ini, perusahaan pelayaran harus menyesuaikan operasional kapal dengan tetap mengutamakan keselamatan kapal dalam menangani COVID-19 di kapal. Perusahaan pelayaran perlu menerapkan berbagai prosedur tambahan di kapal untuk memastikan keselamatan jiwa manusia di kapal berkaitan dengan penanganan COVID-19 di kapal," ujarnya.

Salah satu aspek kelaiklautan kapal yang harus diperhatikan oleh seluruh pihak adalah manajemen keselamatan pengoperasian kapal.

Faktor manusia merupakan penyebab utama sebagian besar kecelakaan pelayaran. Salah satu indikasinya adalah sistem manajemen keselamatan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Stephanus menjelaskan bahwa sistem manajemen keselamatan pengoperasian kapal telah menjadi perhatian Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization) dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran, mencegah kecelakaan kapal, dan mencegah pencemaran lingkungan maritim.

Selain itu, ISM Code mengatur tentang pihak yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan implementasi sistem manajemen keselamatan pengoperasian kapal telah sesuai dengan ISM Code serta bertindak sebagai penghubung antara perusahaan dan awak kapal.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved