Yandri Susanto: Maju Mundurnya Sebuah Bangsa Tergantung Kualitas Sektor Pendidikannya

Wakil Ketua MPR RI H. Yandri Susanto, S.Pt menyebut bahwa sektor pendidikan yang berkualitas adalah faktor utama lahirnya SDM unggul.

Editor: Content Writer
Istimewa
Wakil Ketua MPR RI H. Yandri Susanto, S.Pt saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Madrasah Tsanawiyah Persatuan Islam (MTS Persis), Kota Serang, Banten, Selasa (29/11/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Negara Indonesia saat ini berada di era kompetisi global yang sangat ketat. Untuk menghadapi kondisi tersebut, Indonesia butuh sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Wakil Ketua MPR RI H. Yandri Susanto, S.Pt menyebut bahwa sektor pendidikan yang berkualitas adalah faktor utama lahirnya SDM unggul.

"Itulah pentingnya dunia pendidikan Indonesia diurus secara serius, karena maju mundurnya sebuah bangsa tergantung dari pengelolaan sektor pendidikannya," katanya, saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Madrasah Tsanawiyah Persatuan Islam (MTS Persis), Kota Serang, Banten, Selasa (29/11/2022).

Kehadiran Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini ke sekolah setingkat SMP itu, disambut hangat Ketua Pengurus Wilayah Persis Banten H. Cedin, Ketua Yayasan Persis H. Hariri, Kepala MTS Persis Ahmad Al Ansori, para guru, serta ratusan siswa.

Lebih jauh, Yandri memaparkan, pengelolaan sektor pendidikan yang baik di Indonesia selain memperhatikan sisi kualitas juga harus merata, mudah diakses dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat sampai ke pelosok-pelosok daerah.

"Sektor pendidikan harus bisa dinikmati semua rakyat sesuai amanah yang ditetapkan Pasal 31 UUD NRI Tahun 1945 yang mengatur tentang kewajiban dan hak warga negara Indonesia dalam pendidikan, kewajiban pemerintah di bidang pendidikan dasar dan sistem pendidikan, dan anggaran pendidikan nasional," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Yandri Susanto mengapresiasi pengelola MTS Persis. Yandri memuji keberadaan MTS Persis. “Sekolah ini memiliki gedung yang bagus, tak kalah dengan sekolah favorit yang lain,” ujarnya. “Guru-guru yang ada juga sama hebatnya," tambah pria asal Bengkulu itu.

Semua yang diupayakan pengelola MTS Persis itu, lanjut Yandri, merupakan bentuk perhatian dan kepedulian di sektor pendidikan Indonesia, yang kemudian diimplementasikan secara serius dengan mengelola sekolah berkualitas dan terjangkau untuk rakyat.

"Saya berharap dari sekolah ini akan muncul generasi-generasi muda Indonesia unggul, sehingga mampu bersaing dan berkompetisi di era modern ini," imbuhnya.

Di hadapan pengelola dan murid-murid MTS Persis, Yandri berkisah tentang perjalanan hidupnya masa kecil terutama saat berjuang menempuh pendidikan. Dulu, Yandri kecil bersekolah di salah satu kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Saat itu, kampung halaman yang didiami belum seperti saat ini.

Yandri ingat, waktu itu listrik belum ada, jalan belum diaspal, dan jembatan hanya di beberapa titik. Untuk menuju sekolah, Yandri mengatakan harus berjalan kaki sejauh 14 km. “Tidak pakai sepatu lagi,” tuturnya.

Tantangan yang dihadapi pada masa itu tak sekadar jarak jauh sekolah yang harus ditempuh, namun juga harus menyeberangi sungai karena jembatan tak ada.

“Pada masa itu sering berenang, pernah hampir terbawa arus meski akhirnya selamat,” ujarnya.

Tak hanya itu, untuk ke masjid, solat jumat, hal yang sama juga dialami. Setiap hari Jumat, dirinya juga harus menempuh perjalanan yang jauh untuk bisa solat di masjid besar.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved