Kamis, 21 Mei 2026

Transisi Energi

Bahlil Bawa Dua Agenda Besar ke Jepang, Percepat Blok Masela dan Transisi Energi

Bahlil Tegaskan Komitmen Percepatan Blok Masela dan Transisi Energi dalam Lawatan ke Jepang.

Tayang:
Editor: Content Writer
BPMI Setpres
TRANSISI ENERGI - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan di sela kunjungan kerja di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026). Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat proyek Blok Masela dan transisi energi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah strategis di sektor energi, baik melalui penguatan investasi minyak dan gas (migas) maupun pengembangan energi baru dan terbarukan di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi dua agenda utama, yakni percepatan investasi transisi energi dan penyelesaian proyek strategis Blok Masela.

"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya ditugaskan untuk melakukan dua hal. Pertama adalah memastikan percepatan investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut Inpex Blok Masela," ujar Bahlil dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Selasa (31/3/2026).

Bahlil menambahkan, proyek Blok Masela yang telah lama berada dalam tahap pembahasan kini menunjukkan kemajuan signifikan setelah pertemuan intensif sepanjang 2025. 

Pemerintah telah menyepakati skema pengembangan proyek dengan nilai awal mencapai 20,9 miliar dollar AS yang berpotensi meningkat seiring dinamika geopolitik dan penambahan teknologi penangkapan karbon atau carbon capture and storage (CCS).

Baca juga: Dampingi Prabowo di Jepang, Bahlil Kawal Agenda Hilirisasi dan Transisi Energi Indonesia

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 triliun. Pemerintah menargetkan percepatan implementasi proyek tersebut, termasuk pelaksanaan tender engineering, procurement, and construction (EPC) serta penyelesaian front-end engineering and design (FEED) pada 2026.

"Tahun ini, tender EPC-nya akan kami lakukan. FEED-nya juga akan selesai. Kami minta untuk dipercepat," tegasnya.

Bahlil menekankan bahwa percepatan proyek ini akan berdampak besar terhadap ketahanan energi nasional. 

Blok Masela merupakan salah satu proyek migas berskala besar yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain gas dunia. 

Pemerintah juga mendorong optimalisasi pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik guna memperkuat hilirisasi energi nasional.

Baca juga: Selat Hormuz Masih Ditutup untuk Kapal RI, Bahlil: Insya Allah Sudah Ada Lampu Hijau

Selain penguatan sektor migas, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan energi non-fosil sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. 

Pemanfaatan energi panas bumi, tenaga air, surya, hingga angin akan terus didorong selama didukung teknologi yang efisien dan kompetitif.

"Geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi, mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi dan harganya efisien, kami akan dorong," kata Bahlil.

Pemerintah juga memastikan komunikasi dan koordinasi intensif lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri, guna menjaga kepastian investasi dan kelancaran proyek strategis nasional di tengah dinamika geopolitik. 

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri gas dan transisi energi global.

Baca juga: Bahlil Minta Masyarakat Tak Panik Soal Ketersediaan BBM, Diminta Prabowo Cari Minyak ke Semua Negara

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved