Kesadaran Pilah Sampah Meningkat, Denpasar Percepat Pengolahan Sampah untuk Cegah Pencemaran Laut
Pemkot Denpasar memperkuat pengolahan sampah melalui TPST Tahura dan mendorong pemilahan sampah yang kini mencapai 71 persen.
TRIBUNNEWS.COM - Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Bali. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Pulau Dewata menghasilkan hampir 4.000 ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 71 persen masih belum terkelola secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan.
Kondisi ini membuat sungai-sungai utama di Bali menjadi jalur utama sampah menuju laut. Di Kota Denpasar, volume sampah yang terbawa aliran sungai bahkan mencapai sekitar 44,1 ton per hari. Situasi tersebut tidak hanya mengancam ekosistem perairan, tetapi juga meningkatkan risiko banjir di kawasan perkotaan.
Di tengah tantangan tersebut, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat berbagai upaya pengelolaan sampah, mulai dari peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan hingga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penguatan operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tahura I dan Tahura II. Saat ini, kedua fasilitas tersebut mampu mengolah hingga 150 ton sampah per hari.
Penguatan Operasional TPST
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa, mengatakan kapasitas pengolahan tersebut masih akan terus ditingkatkan.
"Sekarang sedang perakitan mesin untuk Tahura II dengan kapasitas 100 ton," ujarnya, Senin (8/6/2026).
Dengan tambahan mesin tersebut, kapasitas pengolahan sampah di kawasan Tahura nantinya diproyeksikan mencapai 250 ton per hari.
Putra menjelaskan, pengolahan sampah di TPST Tahura I dan II dilakukan dalam tiga shift setiap hari, mulai pukul 05.00 hingga 23.00 Wita. Saat ini fasilitas tersebut mampu mengolah sekitar 6 hingga 7 ton sampah setiap jam.
Selain meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan, Pemkot Denpasar juga terus memperluas edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat melalui sosialisasi dari rumah ke rumah. Monitoring terhadap pelaku usaha juga dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pariwisata untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan lebih baik.
Baca juga: Cuaca Bali Besok Selasa, 26 Mei 2026: Kota Denpasar Waspada Angin Kencang, Ubud Hujan di Pagi Hari
Kesadaran Pilah Sampah
Upaya yang dilakukan pemerintah daerah tersebut mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, saat melakukan kunjungan kerja ke Denpasar, Selasa (9/6/2026).
Dalam kunjungannya ke TPST Tahura I dan TPA Suwung, Jumhur menilai penanganan sampah di Bali menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam aspek kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut laporan yang diterimanya, tingkat kesadaran masyarakat Bali dalam memilah sampah sudah mencapai 71 persen.
"Saya rasa dari sejak tersiar kabar ada masalah sampah di Bali, khususnya di Badung dan Denpasar, ini sudah terjadi kemajuan yang luar biasa. Mereka sangat serius berkolaborasi tidak hanya pihak pemerintah, kabupaten atau kota dan juga provinsi, tapi juga masyarakat," kata Jumhur.
Ia menyebut gerakan pemilahan sampah yang semakin masif menjadi fondasi penting dalam memperbaiki tata kelola sampah di Bali.
Menurutnya, meski masih terdapat masyarakat yang belum memilah sampah, perubahan perilaku membutuhkan proses dan waktu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/serbuan-sampah-ancam-keindahan-pantai-bali_20230413_202537.jpg)