Pencapaian 2 Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan: Penataan Trotoar dan Transportasi Paling Terasa

Perubahan terutama bisa dirasakan di kawasan Sudirman-Thamrin yang memiliki trotoar yang luas dengan sejumlah stasion MRT di dalamnya.

Pencapaian 2 Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan: Penataan Trotoar dan Transportasi Paling Terasa
Pemprov DKI Jakarta
Penampakan trotoar di sepanjang Sudirman-Thamrin. 

TRIBUNNEWS.COM - Jadi wilayah multi etnis yang diisi jutaan warga dengan beragam pemikiran dan perspektif adalah sebuah potensi yang menurut Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, dapat mendorong terciptanya kolaborasi untuk mewujudkan “Wajah Baru Jakarta yang Maju Kotanya dan Bahagia Warganya”.

Ada berbagai program unggulan yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan Wajah baru Jakarta ini. Di antaranya, penataan trotoar, integrasi transportasi, pembangunan taman kota, pengadaan rumah DP 0 Rupiah, pembagian kartu kesejahteraan, distribusi pangan murah, perlindungan perempuan dan anak, hingga aksesibilitas Pulau Seribu.

Dari program-program tersebut, penataan trotoar termasuk program yang paling bisa terlihat dan terasa perubahannya, terutama di kawasan Sudirman-Thamrin yang membuat Jakarta layaknya kota-kota di luar negeri.

Ini bisa terjadi berkat penataan trotoar yang telah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti bidang miring dan ubin pemandu; lift untuk ibu hamil, lansia dan penyandang disabilitas, fasilitas keamanan berupa CCTV dan satpol PP; hingga pelican crossing.

“Trotoar ini juga terintegrasi dengan bus Transjakarta, MRT, dan LRT. Sementara itu, koridor Sudirman – Thamrin juga sudah dilengkapi way finding dan papan informasi seputar transportasi di Jakarta,” ungkap Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho.

Selama dua tahun ini, Pemprov DKI Jakarta sudah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 km. Pada tahun 2020, penambahan revitalisasi trotoar ditargetkan sepanjang 47 km.

Selaras dengan penataan trotoar, dalam bidang transportasi, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan, pada tahun ini juga terlihat peningkatan penumpang yang signifikan, terutama mulai beroperasinya MRT dan Jak Lingko, serta uji coba LRT.

“Moda transportasi di Jakarta juga menjadi semakin terintegrasi melalui program Jak Lingko, yang tersambung dengan dengan MRT dan LRT. Selama uji publik 11 Juni – 13 Oktober 2019, LRT telah melayani 798.000 penumpang,” ujar Anies.

Transportasi yang telah lama hadir di DKI Jakarta juga mengalami peningkatan. Pada tahun ini, terdapat jumlah peningkatan rute Transjakarta, dari 109 di tahun 2017 bertambah jadi 220 rute di tahun 2019. Jumlah armada juga bertambah dari 2.380 di tahun 2017, menjadi 3.548 armada di tahun 2019.

Dengan langkah penyempurnaan ini, penggunaan transportasi umum meningkat pesat, di mana dalam dua tahun terakhir. Anies menyebut, jumlah penumpang Transjakarta naik hampir dua kali lipat ke kisaran 640.000 orang per hari. Sebagai perbandingan, sejak program ini dimulai pada tahun 2004 hingga tahun 2017 jumlah rata-rata penumpang harian hanya ada di kisaran 300.000 penumpang per hari.

"Seluruh program yang telah dan terus dijalankan selama dua tahun ini (termasuk Penataan Trotoar dan Transportasi) bertujuan untuk mewujudkan Wajah Baru Jakarta yang berbakti, berhati, berkolaborasi dan merangkul," tutup Anies.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved