Breaking News:

Jakarta Terkini

DKI Hadirkan Fitur Jejaki, Kolaborasi Berbasis Teknologi di Tengah Pandemi

Fitur Contact Tracing disediakan untuk melacak warga yang melakukan kontak dengan orang yang positif atau terkonfirmasi COVID-19.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mural bertemakan corona terlukis di dinding fly over Tebet Jakarta Selatan, Senin (24/8/2020). Mural menjadi salah satu media informasi kepada masyarakat tentang bahaya penyebaran corona dan cara pencegahannya. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - Mengatasi pandemi COVID-19 adalah kerja bersama. Suatu kolaborasi dibutuhkan, termasuk di bidang teknologi.

Sinergi dengan Pemerintah Pusat dan sejumlah perusahaan rintisan (Start Up) pun dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya menekan penyebaran COVID-19. Kolaborasi itu terwujud dengan hadirnya fitur baru pada aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang sudah dikembangkan sebelumnya di bawah kelola Jakarta Smart City. Fitur tersebut bernama Jejaki.

Kepala BLUD Jakarta Smart City, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Yudhistira Nugraha, mengatakan bahwa fitur Jejaki ini memudahkan warga dalam mengakses informasi mengenai COVID-19.

"Warga Jakarta, baik yang menetap maupun sekadar beraktivitas, tidak perlu lagi mengakses bermacam-macam situs berbeda untuk menemukan data atau informasi berkaitan wabah Korona. Fitur ini disematkan di aplikasi JAKI yang dapat diunduh masyarakat di Play Store maupun App Store," katanya, Kamis, (12/11/2020).

Jejaki, menurutnya, berperan sebagai integrator yang mengintegrasikan layanan serta aplikasi pencegahan COVID-19 dari Pemerintah Pusat. Yudhistira memaparkan, dalam layanan Jejaki, terdapat lima fitur utama, yakni Contact Tracing, Zonasi, Checkpoint Monitoring, dan tes mandiri JakCLM hasil kolaborasi dengan sejumlah lembaga.

Yudhistira mengatakan, fitur Contact Tracing disediakan untuk melacak warga yang melakukan kontak dengan orang yang positif atau terkonfirmasi COVID-19. Dalam menghadirkan fitur Contact Tracing tersebut, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui aplikasi PeduliLindungi.

Cara kerja PeduliLindungi dalam melakukan contact tracing adalah menggunakan data yang diproduksi oleh gawai pengguna JAKI dengan bluetooth aktif untuk merekam informasi yang dibutuhkan. Ketika ada gawai lain dalam radius bluetooth yang juga terdaftar di PeduliLindungi, maka akan terjadi pertukaran id anonim yang akan direkam oleh gawai masing-masing.

"PeduliLindungi selanjutnya akan mengidentifikasi orang- orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan positif COVID-19. Namun, untuk memanfaatkan fitur Contact Tracing pada Jejaki ini, masyarakat perlu pastikan sudah mengunduh atau terdaftar pula dalam aplikasi PeduliLindungi," terangnya.

Selain itu, Yudhistira mengatakan, PeduliLindungi juga membantu upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menginformasikan status zona risiko penyebaran COVID-19 per kelurahan di wilayah DKI Jakarta. Status zona di fitur zonasi terbagi menjadi tiga, yaitu zona risiko tinggi dengan warna merah, zona risiko sedang berwarna kuning, dan zona risiko rendah yang dilambangkan dengan warna hijau.

Pemberian status tersebut akan ditentukan berdasarkan jumlah kasus COVID-19 yang tercatat untuk area kelurahan pengguna berada. Selain notifikasi status zona, fitur zonasi juga akan memberikan data jumlah pasien positif terkonfirmasi, jumlah suspek, jumlah kontak erat, jumlah pasien sembuh, dan jumlah pasien meninggal dunia.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved