Breaking News:

Firman Noor: Kematangan Kader Kunci Keberhasilan Golkar di Pilkada 2020

Kematangan Partai Golkar beserta kader-kadernya dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 menjadi kunci penting kemenangan mereka.

Ist.
Prof. Dr. Firman Noor, Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). 

TRIBUNNEWS.COM - Kematangan Partai Golkar beserta kader-kadernya dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 menjadi kunci penting kemenangan mereka. Ini pula yang menjadi salah satu faktor yang membuat partai yang dipimpin Airlangga hartarto itu memenangkan 165 calonnya di 270 daerah pemilihan, dalam pencoblosan 9 Desember 2020.

Analisis itu disampaikan oleh Prof. Dr. Firman Noor, Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) kepada media, akhir pekan ini.

“Saya kira ada persoalan kematangan Golkar terutama dari pada kader yang melaksanakan pilkada itu dalam memotret realitas politik dan kepentingan serta aspirasi yang paling banyak mendominasi masyarakat di sana. Dari itu dicarikan kandidat yang pas dan program-program yang sesuai dan diterima masyarakat dengan baik,” kata Firman.

Kemenangan Golkar juga disebut Firman karena scientific politic, yang mengacu pada survey dan pendekatan kualitatif.  Lewat hasil-hasil survey kekinian, Golkar bisa menangkap aspirasi masyarakat. Termasuk memotret kandidat yang paling favorit bagi masyarakat di daerah itu. Survey itu mengarah pada apa yang sedang menjadi “in” atau menjadi trend di tengah masyarakat

“Tapi secara umum kerja-kerja dari kader Golkar itu tidak bisa diremehkan,” tegas Firman.

Meski sudah melakukan scientific approach, pada akhirnya juga harus dilakukan dengan good action dan proper action.

“Ini saya rasa sudah dilakukan oleh kader-kader Partai Golkar sehingga pemetaan yang didapatkan dari scientific approach itu bisa langsung dieksekusi dengan tepat. Ini apresiasi juga kepada kader partai yang memang bekerja keras dan cerdas,” tutur Firman.

Selain itu Golkar sendiri memiliki perangkat pendukung pemilu yang cukup komplet dan bekerja dengan cukup baik.

“Saya kira perangkat itu sangat diperlukan dan sangat wajar ada. Di negara maju pun pada saat kontestasi electoral, (peringkat) itu pasti ada untuk penggalangan-penggalangan yang terkait dengan berbagai masalah hari H pencoblosan serta masa-masa sebelum dan sesudahnya,” ungkap Firman.

Firman menilai, perangkat tersebut penting untuk memastikan bahwa hal-hal terkait dengan kepentingan pemenangan itu bisa terkontrol kemudian terorganisir dengan baik dan membuat pencapaian-pencapaian yang jelas.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved