Dorong Mahasiswa Hadapi Tantangan Zaman, Airlangga: Kita Bisa Keluar Sebagai Juara dari Pandemi

Selain dorong mahasiswa hadapi tantangan zaman, Menko Airlangga yakin Indonesia akan keluar sebagai juara dari pandemi berkat menjadi entrepreneur

Editor: Content Writer
Istimewa
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto 

TRIBUNNEWS.COM -  Indonesia saat ini tengah merasakan bonus demografi dengan mayoritas generasi muda usia produktif (16 s.d. 30 tahun), yakni milenial dan Gen-Z. Berdasarkan sensus penduduk Badan Pusat Statistik tahun 2020, Indonesia memiliki 64,50 juta pemuda dari total 270,20 juta penduduk. Bonus demografi ini tentunya akan mendorong produktivitas dan dari segi demand. Oleh karena itu, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi sangat krusial.

“Melalui APBN 2022, Pemerintah akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM. Anggaran yang telah disiapkan adalah sebesar Rp542,8 triliun dan ini dipergunakan untuk peningkatan kualitas SDM sebagai modal utama pembangunan nasional,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan Kuliah Umum di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Sabtu 19/02),

Pemerintah juga telah menyiapkan Program Bidik Misi/Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang akan menjangkau 713,8 ribu mahasiswa, Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan untuk 8.600 mahasiswa baru dan 20.090 mahasiswa on going, bantuan operasional sekolah yang akan menyasar 8,8 juta siswa, serta program Indonesia Pintar yang akan diterima oleh 20,1 juta siswa.

Menko Airlangga mengharapkan agar UWKS juga dapat membentuk inkubator-inkubator bisnis agar jiwa kewirausahaan mahasiswa dapat diasah secara berkualitas. Program peningkatan kewirausahaan juga menjadi fokus yang sangat penting mengingat rasio kewirausahaan yang masih rendah, yakni sebesar 3,47% dari total populasi. Dengan semakin banyak yang akan menjadi wiraswasta, menjadi penting bagi negara dalam memfasilitasi para job creator ini selain untuk mendapatkan kesempatan, juga memperoleh pembiayaan yang diperlukan.

Pemerintah juga telah memberikan dukungan pembiayaan bagi wirausaha maupun UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Segmentasi KUR yang telah terbagi menjadi KUR super mikro, mikro, dan kecil dapat dimanfaatkan bagi mahasiswa yang ingin membangun usahanya sejak dini.

Terkait dengan Presidensi G20 Indonesia saat ini, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia juga mengangkat isu penguatan arsitektur kesehatan global, selain percepatan transformasi ekonomi digital dan transisi energi. Ini menjadi kesempatan bagi civitas akademika UWKS untuk ikut berperan dalam memperkuat dan menyusun kembali tata kelola kesehatan global dan mendorong ASEAN, khususnya Indonesia, menjadi transfer hub pengembangan dan produksi vaksin.

Akselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM dan transformasi ekonomi memerlukan koordinasi dan sinergi dengan perguruan tinggi, dan secara khusus UWKS diharapkan terus dapat bekerjasama mendorong Pendidikan Tinggi agar dapat mengembangkan rsetriset yang inovatif, dan juga dapat terus berinovasi, serta ikut dalam memberdayakan masyarakat.

Menanggapi pertanyaan salah seorang mahasiswa terkait kebijakan fiskal dan moneter, Menko Airlangga menyampaikan bahwa engine pembangunan ke depannya akan digeser ke sektor swasta melalui skema investasi dan juga melalui kredit perbankan, sehingga reformasi struktural serta sovereign wealth fund untuk kebutuhan pendanaan jangka panjang sangat diperlukan.

“Saya berharap agar mahasiswa selalu mengikuti perkembangan zaman dan mengasah diri untuk menjadi entrepreneur. Seperti moto UWKS yakni ‘Anggung Wimbuh Linuwih’, agar mahasiswa selalu tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik serta pertahankan nilai-nilai bangsa dan budaya Indonesia. Saya yakin kita bisa keluar sebagai juara dari pandemi Covid-19 ini,” pungkas Menko Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut juga dipamerkan kreasi kokedama, sebuah teknik menanam asal Jepang, yang membuat tanaman hias menjadi lebih indah dan bernilai jual lebih tinggi. Produk dengan teknik yang dikembangkan oleh salah satu dosen UWKS ini, sudah diekspor ke 4 negara yakni Malaysia, Amerika, Australia, dan Turki. Selain itu juga ditampilkan produk inovasi pengolahan sabut kelapa menjadi pot tanaman dengan bentuk hewan untuk memancing anak-anak agar mau merawat tanaman serta produk mojodama, dimana buah mojo diolah dan dinaikkan value-nya menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomi.

Dalam kegiatan yang diikuti dengan penyerahan bantuan berupa sarana olahraga dan satu set Marching Band tersebut, turut dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Menteri Pemuda dan Olahraga, Wakil Menteri Perdagangan, Anggota DPR RI, Anggota DPRD Jawa Timur, Sekretaris Kemenko Perekonomian, dan civitas akademika Universitas Wijaya Kusuma. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved