Depkop

Kominfo Imbau Masyarakat Waspada Doktrin Radikalisme Lewat Gawai

Bambang Gunawan mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial, saring informasi sebelum sharing, khususnya bagi mahasiswa.

HandOut/Istimewa
Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bambang Gunawan. 

Reynas Abdila/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bambang Gunawan mengimbau masyarakat waspada terhadap konten-konten negatif mengandung radikalisme di media sosial.

Menurutnya, doktrin radikalisme dan intoleransi sekarang beredar luas lewat gawai.

“Banyak orang terpapar radikalisme itu lewat HP, tidak lagi secara fisik di perkumpulan-perkumpulan. Banyak portal-portal yang isinya konten-konten negatif, menyebarkan radikalisme dan intoleransi,” ujar Bambang dalam dialog Teras Negeriku berjudul “Ancaman Radikalisme dan Pencegahannya” di Lamongan, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Kominfo dan Kemendikbud Ajak Orangtua Ajari Anak Bijak Gunakan Media Sosial

Lantaran itu, ia mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial, saring informasi sebelum sharing, khususnya bagi mahasiswa.

“Bahaya kalau kita terima informasi di media sosial tanpa menyaringnya. Informasi yang diterima, diyakini kebenarannya, padahal belum tentu. Sebagian besar berita di media sosial itu hoaks,” tegas Bambang.

Sementara, Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Herwan Chaidir membeberkan pihaknya telag mengunjungi seluruh daerah di Indonesia untuk mendeteksi perkembangan intoleransi dan masalah radikalisme.

Baca juga: BPIP Minta Pola Rekrutmen ASN Diperketat, Cegah Radikalisme

Menurutnya, radikalisme pasti diiringi dengan sikap-sikap intoleransi.

Paham ini terus berproses hingga mengarah ke aksi terorisme.

“Kami keliling Indonesia, melakukan deteksi terhadap kelompok-kelompok yang diduga menyebarkan paham radikalisme. Kelompok-kelompok ini berproses, mulai dari doktrin radikalisme kemudian berperilaku intoleran, kemudian bisa berujung ke aksi terorisme. Ini yang selalu kita monitor dan awasi lewat berbagai operasi,", ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator IK Hankam Ditjen IKP Kemkominfo Dikdik Sadaka membeberkan strategi Kemkominfo dalam menyikapi persoalan radikalisme dan terorisme. Pertama, Kominfo melakukan pencegahan dengan cara menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat.

Baca juga: Cegah Radikalisme, Polri Diminta Intensif Koordinasi dengan Tokoh Agama Sosialisasikan Pancasila

Kominfo melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak terlibat radikalisme, intoleransi berujung pada terorisme. Kedua, Kominfo juga melakukan penindakan terhadap hasil pengawasan konten-konten negatif yang berbau radikalisme.

“Kami melakukan tindakan bagi konten-konten website yang cenderung ke arah terorisme. Kami memonitor per hari, 24 jam. Jika ada konten-konten yang mencurigakan, berbau radikal, mengajak perpecahan pada bangsa, kami tindak langsung dengan cara diblokir,” tegas Dikdik.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved