Depkop

Momentum 20 Tahun, Sekjen Mira Tayyiba: Kominfo Percepat Penyediaan Akses Digital

Mira Tayyiba mengatakan Momentum Peringatan 20 Tahun Kemkominfo adalah refleksi untuk mengambil peluang dalam menghadapi tantangan.

kominfo.go.id
Sekjen Kementerian Kominfo Mira Tayyiba dalam Sambutan Peringatan Ulang Tahun ke-20, Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (28/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Bagi Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Mira Tayyiba, Momentum Peringatan 20 Tahun Kemkominfo adalah refleksi untuk mengambil peluang dalam menghadapi tantangan.

Selain itu, momentum tersebut juga jadi saat yang tepat untuk mensyukuri semua yang telah dicapai, sekaligus refleksi guna mengambil langkah ke depan. Kominfo harus berbenah diri secara internal, merapikan pola pikir, memperkuat kolaborasi dan mengasah empati.

“Di masa menantang seperti ini Kominfo harus hadir sebagai solusi bukan sebagai bagian dari masalah.  Semoga apa yang telah kita lakukan membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," ujarnya dalam Sambutan Peringatan Ulang Tahun ke-20, Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (28/9/2021), diakses dari laman kominfo.go.id.

Bagi Mira, digitalisasi dapat jadi pisau bermata dua. Ia tak hanya menghasilkan peluang, tapi berpotensi membuka kesenjangan di tengah masyarakat. Terlebih bagi mereka yang tak memiliki akses internet di masa pandemi Covid-19.

Maka itu, lanjut Mira, Kemkominfo harus memberi jawaban yang cepat dan tepat lewat akselerasi transformasi digital yang merata.

"Pandemi yang sudah berjalan hampir dua tahun ini harus disikapi dengan tepat dan cepat. Salah satu potensi dampak dari pandemi yang harus kita segera respon adalah digital paradoks yang menyebabkan melebarnya kesenjangan. Akses digital dapat memperkecil kesenjangan," sambungnya.

Baca juga: Refleksi 20 Tahun Kominfo, Johnny G. Plate: Pencapaian Para Menteri Terdahulu Patut Kita Syukuri

Saat ini, pihaknya berupaya menjawab kebutuhan masyarakat melalui peningkatan dan pemerataan kualitas layanan digital untuk mempermudah akses pelayanan publik.

"Kualitas layanan kesehatan atau pendidikan misalnya diharapkan lebih merata di seluruh Indonesia dengan bantuan konsultasi jarak jauh ataupun pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan akses digital,” jelasnya.

Digitalisasi, kunci pemulihan ekonomi

Mira menuturkan, di tengah geliat ekonomi melalui platform e-commerce yang begitu masif, akses digital di masa pandemi menjadi penting; bahkan jadi kunci penentu percepatan pemulihan.

"Bagi masyarakat yang dapat mengakses dan memanfaatkan layanan digital secara produktif, akan pulih dari pandemi lebih cepat dari mereka yang tidak dapat mengakses,” jelasnya.

E-commerce memang membantu mendorong aspek perekonomian. Data transaksi e-commerce di Indonesia tiga bulan pertama tahun 2021 mencapai 548 juta transaksi, dengan nominalnya mencapai Rp88 triliun hanya dalam 3 bulan.

“Sedangkan transaksi sepanjang semester 1 atau 6 bulan pertama mencapai Rp186,7 triliun. Hingga akhir tahun ini transaksi diperkirakan mencapai Rp395 triliun,” lanjutnya.

Kondisi seperti itu, bagi Mira, perlu mendapat respons secara cepat dan tepat agar tidak menciptakan kesenjangan yang makin lebar. Maka itu, Kemkominfo mengupayakan percepatan penyediaan akses internet.

Baca juga: Refleksi 20 Tahun, Mantan Menteri Apresiasi Kiprah Kominfo di Tangan Johnny G. Plate

Digitalisasi harus dibarengi literasi digital

"Dengan memahami kondisi ini, kita, Kementerian Kominfo meresponsnya dengan mempercepat penyediaan akses internet antara lain melalui program BTS 4G, satelit Satria, Palapa Ring integrasi farming dan refarming spektrum frekuensi radio, digitalisasi penyiaran serta memperkenalkan kebijakan infrastruktur dan spektrum sharing," tuturnya.

Namun, peningkatan kualitas pelayanan digital harus dibarengi dengan literasi dan keahlian digital, baik yang membidik masyarakat luas maupun yang lebih segmented.

Terakhir, Mira menyatakan bahwa Kemkominfo juga senantiasa menjaga ruang digital agar bersih dan beretika demi produktivitas. Di sisi lain, Kemkominfo juga terus berusaha menciptakan ekosistem media yang lebih sehat

"Kami menjaga ruang digital agar bersih dan beretika sehingga dapat digunakan secara produktif. Sebagai bentuk pemenuhan pasal 28 F UUD 45, kami juga senantiasa mengkomunikasikan kebijakan dan program pemerintah ke masyarakat yang bersamaan dengan itu kita terus berusaha menciptakan ekosistem media yang sehat, berprinsip fair playing field dengan adanya media baru dalam bentuk platform digital,” tutup Mira.

Admin: Sponsored Content
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved