Minggu, 24 Mei 2026

Turis Nyaman di Klenteng Tertua Batam

Mengunjungi Batam serasa belum lengkap bila tak mampir ke Klenteng Tua Pek Kong di Windsor daerah kota Nagoya. Klenteng yang dibangun sejak tahun 1970an ini posisinya di tengah kota dan selalu ramai dikunjungi orang untuk sembahyang.

Tayang:
Penulis: Iswidodo

Turis Nyaman di Klenteng Tertua Batam

Mengunjungi Batam serasa belum lengkap bila tak mampir ke Klenteng Tua Pek Kong di Windsor daerah kota Nagoya. Klenteng yang dibangun sejak tahun 1970an ini posisinya di tengah kota dan selalu ramai dikunjungi orang untuk sembahyang.

Kehebatan Tua Pek Kong akan semakin tampak saat hari-hari besar keagamaan orang Tionghoa. Klenteng atau vihara dengan nama lengkap Vihara Budhi Bhakti Tua Pek Kong Bio ini berada di lintasan kendaraan dua jalur sehingga mudah dijangkau dan tampak megah dengan komposisi warna dominasi merah.

Klenteng tua ini merupakan pindahan dari Sei Jodoh saat daerah tersebut ditata ulang areanya secara besar-besaran. Dulunya, vihara tersebut hanya berupa bangunan mirip kotak kecil saja. Tapi kini sudah besar dengan area ribuan meter persegi.

Selain sudah tua, klenteng ini juga memiliki nilai sejarah tinggi. Bangunannya yang didominasi warna merah itu terdiri dari beberapa bagian dimana setiap ruang persembahan terdapat Dewanya. Di dinding depan bangunan utama terdapat lukisan serta relief dewa-dewa.

Di vihara ini terdapat ruang utama sembahyang yang terdapat dewa-dewa. Di tempat tersebut warga Konghucu memanjatkan doa. Kemudian di halaman samping, masih dalam pagar komplek vihara, terdapat berbagai patung dewa. Sedangkan di sisi pinggir juga terdapat warung makanan vegetarian yang juga menjadi andalan.

Masyarakat Konghucu di Batam maupun turis dari Singapura, Malaysia, Thailand, Korea dan Jepang sering datang bersembahyang serta meminta rezeki. Tak sedikit doa-doa warga dikabulkan. Karena demikian manjurnya maka klenteng ini ramai dikunjungi warga lokal maupun turis. Pengunjung klenteng ini mengaku syahdu dan nyaman.

Kehebatan Tua Pek Kong tersebut mampu menjadi daya tarik pendatang khususnya bagi Negara tetangga Singapura, Malaysia, bahkan hingga Korea dan China. Untuk menjangkau vihara tersebut, dari bandara Hang Nadim hanya sekitar 30 menit. Demikian juga dari pelabuhan ferry internasional Batam Centre atau Harbour Bay relatif dekat hanya 15 menit saja.

Posisinya yang di tengah kota, menjadi pilihan utama para turis untuk bersembahyang karena dekat juga dengan pusat perbelanjaan maupun jajajan.

Di klenteng tua ini sering digelar even-even menarik pas hari raya Imlek, Cap Gomeh atau peringatan hari besar. Selain klenteng di Windsor, terdapat juga vihara yang ramai wisatawan seperti klenteng Dewi Putih dan Lau Che Kong di Barelang, klenteng Tiban, dan klenteng Batam Centre. 

Masyarakat Batam sudah mengenalnya sebagai aset pariwisata sehingga berbagai even baik kesenian atau olahraga mengambil start dari tempat tersebut. Misalnya pawai budaya se Batam, jalan santai dan atraksi para kadet TNI AL juga menggunakan halamannya yang luas di pinggir jalan protokol.

Selain Imlek, Cap Go Meh, para penganut Khonghucu di Batam sering mengadakan acara peringatan wafatnya Nabi Khonghucu di Tua Pek Kong, Windsor.

Saat acara peringatan Imlek, ribuan warga memadati vihara Tua Pek Kong Bio ini menyaksikan hiburan berupa ritual Naga dan Barongsai. Tak ketinggalan atraksi sulap dan pesta kembang api juga menghibur para pengunjung di hari-hari besar tertentu. (widodo)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved