Hmm Sale Pisang Ini Dicelupkan dan Disiram Lelehan Cokelat
MEMBUAT sale pisang dengan penampilan baru berupa salecok tersebut tidaklah terlalu sulit.
TRIBUNNEWS.COM - MEMBUAT sale pisang dengan penampilan baru berupa salecok tersebut tidaklah terlalu sulit. Prinsipnya sama dengan sale pisang pada umumnya, hanya bedanya dicelupkan dan disiram lelehan cokelat.
Menurut Dini Oktaviani, putri bungsu Ny Hj Titin Kertiatin yang memodifikasi penganan ini langkah awal adalah dengan mengupas buah pisang ambon yang sudah matang.Pisang ambon tersebut kemudian digiling dan kemudian dibentuk menjadi bulat-bulat seperti kelereng. Setelah itu dicelupkan kedalam adonan campuran tepung terigu dan tepung beras bercampur air.
Lantas sale setengah matang tersebut digoreng dalam jerangan minyak goreng nabati yang sudah panas. Setelah matang, sale bulat-bulat tersebut kemudian didinginkan pada udara suhu kamar.
Sale bulat yang sudah dingin tersebut kemudian dicelupkan ke dalam lelehan cokelat (adonan cokelat) kemudian dibekukan dalam kulkas sekitar satu menit. Jadilah salecok alias sale berlumuran coklat yang sudah beku.
Butiran salecok ini kemudian dibungkus dulu per potongnya dengan alumunium foil. "Setelah itu baru dimasukkan dalam kemasan. Kemasannya bukan kemasan biasa, tapi berupa packing stand pouching. Kemasan yang bisa berdiri," ujar Dini.
Sedangkan untuk membuat krippcok tidak jauh beda dengan membuat salecok. Yang beda adalah bahan bakunya. Untuk membuat keripik pisang, bahan bakunya adalah pisang kapas mentah (belum matang) yang dikupas dan diiris-iris.
Irisan pisang mentah tersebut kemudian digoreng dalam jerangan minyak goreng nabati. Irisan pisang yang sudah digoreng dan dalam kondisi panas tersebut dimasukan ke wadah lalu disiram lelehan coklat yang sudah dicampur susu, gula aren semut, serta coklat bubuk. "Untuk krippcok ini, kami sengaja mendatangkan gula aren asli dari Sidamulih Pamarican," ujar Titin.