Breaking News:

Modifikasi Kebaya Putri Keraton Tetap Sesuai Pakem

Putri-putri kraton Yogya khusus memesan busana kebaya pada desainer untuk dikenakan pada prosesi pernikahan agung GKR Bendara dan KPH Yudanegara.

zoom-inlihat foto Modifikasi Kebaya Putri Keraton Tetap Sesuai Pakem
TRIBUN JOGJA
Dari kiri ke kanan : GKR Pembayun, GKR Maduretno, GKR Condrokirono dan GRAj Nur Abrajuwita memakai kebaya yang mereka pesan khusus pada desainer. Meski dipesan desainer, gayanya tak menyalahi pakem

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Putri-putri kraton Yogya khusus memesan busana kebaya pada desainer  untuk dikenakan pada prosesi pernikahan agung GKR Bendara dan KPH Yudanegara, yang berlangsung sejak Minggu-Rabu (16-19/10), yang lalu.

Kakak-kakak Jeng Reni, GKR Pembayun, GKR Condrokirono, GKR Maduretno dan GRAj Nur Abrajuwita memesan kebaya khusus pada desainer di Yogya. Salah satunya ada yang memesan pada Budi Susanto.

Kebaya yang dipesan untuk putri-putri kraton ada 2 jenis kebaya, untuk dikenakan pada saat upacara panggih dan resepsi pernikahan di Kepatihan. Kebaya yang dikenakan model kebaya kartini modifikasi dengan panjang sampai dibawah pinggul.

Kebaya rancangan Budi Susanto ini memakai bahan brokat yang dipadukan dengan tile. Agar mempercantik busana, dilanjutkan dengan pemasangan detil payet. Busana untuk putri-putri kraton ini di sediakan dua warna yakni orange untuk dikenakan pada saat upacara panggih dan warna hijau glamour.

"Intinya gaya yang menjadi cirinya tidak menyalahi pakem yang ada. Hanya saja tambahan modifikasi pada panjang kebaya yang bisa lebih dari batas pinggul," jelas Budi Susanto kepada Tribun Jogja, Kamis (20/10/2011).

Baginya, ini adalah suatu kehormatan karena bisa turut serta dalam persiapan Royal Wedding Putri bungsu Raja Kraton Ngayogyakarta. Maka sedapat mungkin, Budi memberikan hasil rancangan terbaik untuk putri-putri kraton.

"Sebuah karya harus dikerjakan dengan bijaksana. Juga menghargai apa yang diinginkan dari sang pemakai. Apalagi busana yang akan dikenakan oleh putri-putri Kraton sedapat mungkin harus bisa sempurna," ucap Budi.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved