Tahun Baru Imlek 2563
Bunga Mei Hwa Bukan Hanya Ornamen Imlek
DI antara ornamen penting dalam menyambut perayaaan tahun baru Cina atau Imlek adalah bunga mei hwa.
TRIBUNNEWS.COM - DI antara ornamen penting dalam menyambut perayaaan tahun baru Cina atau Imlek adalah bunga mei hwa. Bunga yang tumbuh di daratan Cina ini mulai mekar saat musim semi, yang menjadi pertanda datangnya Imlek.
Mei hwa, yang berarti bunga cantik, memiliki nama latin Prunus mume. Sering disebut bunga sakura dari Jepang karena bentuknya yang mirip walaupun bunga mei hwa tumbuh tidak bergerombol dalam satu ranting seperti sakura.
Karena kecantikannya, bunga mei hwa yang berwarna merah muda dengan kombinasi sedikit warna putih dengan diameter antara 1-3 cm oleh negara Cina dijadikan sebagai bunga nasional.
"Kalau orang zaman sekarang kebanyakan menyebutnya bunga sakura. Tapi kalau yang orang tua-tua masih suka menyebutnya bunga mei hwa," tutur Susi (35) kepala pelayan di sebuah toko bunga, Jalan Cibadak, Bandung, saat ditemui Tribun, Jumat (20/1).
Menurut dia, banyak yang mencari bunga mei hwa imitasi menjelang Imlek. Bunga mei hwa, kata Susi, memiliki simbol yang penuh makna, juga sudah menjadi tradisi untuk menyimpan angpau di sela-sela tangkai bunga untuk diambil oleh anak-anak saudara yang berkunjung ke rumah.
Untuk dekorasi biasanya yang dipasang hanya imitasi yang terbuat dari kain dengan tangkai plastik, sedangkan pohon dan batangnya menggunakan pohon apa saja asal memiliki batang berdiameter sekitar 5 cm-10 cm.
"Biasanya juga sering ditambah hiasan lain seperti lampion-lampion kecil. Jadi bunga mei hwa yang dipajang pada vas bunga untuk yang kecil atau pot bunga untuk yang besar itu seperti pohon cemaranya saat Natal," jelas Susi.
Para pedagang bunga mei hwa imitasi tidak hanya menjajakan bunga yang berwarna merah muda. Warna lain seperti merah, kuning, ungu, putih, dan orange juga banyak dijajakan. Namun, kata Susi, pembeli kebanyakan memilih warna sesuai dengan yang aslinya, yakni merah muda atau pink. Warna merah menduduki peringkat kedua yang banyak disukai pembeli.
Bunga mei hwa yang dijajakan di toko bunga Jalan Cibadak itu terlihat cukup beragam. Mulai dari yang tingginya hanya 20 cm seperti pohon bonsai hingga yang 2 meter. Selain ukurannya yang beragam, harganya pun cukup beragam, yakni mulai dari Rp 50 ribu sampai di atas sejuta rupiah.
"Yang tiga meter (tingginya, Red) ini harga sekitar satu setengah juta (rupiah), dibuat yang besar karena pesanan," ujar Susi.
Di toko bunga ini pembeli tidak hanya membeli bunga mei hwa yang sudah ditata pada batang pohonnya. Banyak pula yang membeli hanya tangkai bunganya saja yang sudah dibungkus plastik. Rupanya ada juga orang yang ingin merangkai bunganya sendiri pada batang dan pot atau vas bunga yang mereka beli tahun lalu. Mereka hanya tinggal mengganti bunganya dengan yang baru.
Menurut Yenny Surahman, warga kawasan Babakan Ciparay yang kebetulan sedang membeli bunga mei hwa di toko tersebut, menghadirkan bunga mei hwa di rumah sudah menjadi kebiasaannya setiap tahun dalam menyambut Imlek. Namun saat ini dia cukup membeli bunganya saja karena batang dan vas bunganya yang tahun lalu masih bagus. "Ya, lumayan biar agak mengirit juga. Tahun sekarang mah bunganya saja," ujarnya.