Breaking News:

Tribun Jakarta Kuliner

Makan Soto Betawi Haji Husen Sampai Keringatan!

Soto Betawi Haji Husen di Manggarai Jakarta, tempatnya biasa saja, tapi sensasi rasanya luar biasa. Seperti apa?

zoom-inlihat foto Makan Soto Betawi Haji Husen Sampai Keringatan!
KONTAN
Suasana di Warung Soto Betawi Haji Husen di Manggarai Jakarta

TRIBUN JAKARTA - Kalau Anda sedang melintas di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, dan bertanya di mana lokasi "Soto Betawi Haji Husen", pastinya banyak orang yang bakalan langsung menunjuk ke arah Jalan Padang Panjang.

Ya, hampir semua orang di sana tahu warung makan yang menyajikan kuliner khas tanah Jakarta ini karena sudah sedemikian tenarnya!

Gampang banget mencari tanda-tanda warung soto Betawi ini. Bila sudah mendekati pom bensin dan lihat mobil berjajar dan bikin jalan menyempit, buru-buru cari tempat parkir. Pasalnya, di situlah lokasi warung ini berada.  

Warung soto Betawi satu ini memang sudah kondang. Tak heran, warung yang berkapasitas 70 orang ini tak pernah sepi. Lebih-lebih saat jam makan siang. Antrean bakalan mengular sampai keluar warung. Tak jarang yang memilih dibungkus karena tak kebagian tempat makan.

Pilihannya datang sebelum makan siang dan jangan sampai kelewat pukul lima sore. Bila datang sesore itu, jangan harap bisa dilayani karena warung tutup akibat tak ada lagi soto tersisa. Oh ya, jangan datang saat hari Jumat karena warung tutup.

Sejatinya, warung yang berdiri sejak 1988 ini biasa saja. Dindingnya dicat serba kuning. Sebagai tempat makan, disediakan delapan meja panjang. Sumber pendingin udara hanya beberapa kipas angin saja yang ditempel di dinding.

Meski serbasederhana, tapi dalam hal rasa, luar biasa. Pengunjung bebas memilih soto sesuai selera. Mau soto daging, paru, atau campuran daging dan jeroan. Bila ingin porsi lebih besar, Anda bisa memesan menu soto istimewa. Porsinya 1,5 kali lebih banyak ketimbang soto biasa.

Setelah memesan, dalam hitungan menit soto akan tersedia di meja. Biar terasa segar, pakailah perasan jeruk limau. Nah,bagi yang suka manis, tuangkan kecap secukupnya. Bagi yang suka pedas, silakan tuangkan sambal sesuai selera.

Usai ritual campur-campur, segera arahkan sendok berisi kuah ke dalam mulut. Lalu, rasakan betapa gurih bercampur manis langsung menyerang lidah. Bakalan tak sabar menyendok terus menerus sampai soto habis tak tersisa di mangkok.

Belum lagi dagingnya yang empuk-empuk gimana gitu. Jadinya mulut enggak bakalan kehabisan energi untuk mengunyah. Beneran deh, empuk banget meski permukaan daging terasa renyah. Pastinya tak bakalan sadar kalau wajah sudah dipenuhi peluh. Panas akibat kombinasi dari soto dan hawa suasana warung."Makan sampai keringatan itu seninya makan soto," kata Husen.

Tak ada yang istimewa dari resep soto yang dibuat Husen. Yang jelas, supaya soto tidak menimbulkan enek, Husen memakai campuran santan dan susu.

Perbandingannya, 60 butir kelapa dengan 2 kilogram susu bubuk untuk sajian sehari. Soal harga, tetap enggak perlu menguras kantong. Seporsi soto daging atau soto paru hanya Rp 16.000. Harga soto campur hanya Rp 15.000. Sedang harga satu porsi soto istimewa Rp 22.000. (KONTAN)

 Baca selengkapnya di koran digital TRIBUN JAKARTA


Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved