Menata Interior Rumah dengan Tenun, Cari Inspirasinya di Buku Ini
Menata interior rumah dari kain tenun? Mengapa tidak? Anda bisa mencari inspirasinya dari buku Woven Indonesia Textiles for The Home.
Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Agustina N.R
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menata interior rumah dari kain tenun? Mengapa tidak? Anda bisa mencari inspirasinya dari buku Woven Indonesia Textiles for The Home.
Buku ini baru saja dirilis Cita Tenun Indonesia (CTI) Jumat (30/11/2012) di Jakarta. Sebelumnya, CTI sukses meluncurkan buku Tenun: Handwoven Textile of Indonesia.
Dalam buku tersebut anda bisa menemukan manfaat tenun yang tak hanya digunakan untuk adat atau busana sehari-hari, tetapi tenun dapat diaplikasikan dalam interior rumah. Seperti gorden, sofa, sarung bantal, dan lainnya. Hal ini dapat menjadi inspirasi pembaca, sehingga memunculkan ide dan kreasi seni baru dari selembar kain tenun, serta membuka peluang usaha baru dalam industri kreatif.
"Kami ingin memerkenalkan tenun untuk kebutuhan interior, tidak hanya kebutuhan adat ada selendang, kain dengan peletakkan tumpal pada posisi tertentu," Okke Rajasa, Ketua CTI.
Menurut Okke, tenun untuk kebutuhan fashion, warna dan tekturnya perlu diubah. Karena untuk ketahanan dan estetika produk itu sendiri. Selain itu, tenun menunjukkan identitas atau karakter setiap daerah. Jadi diperlukan treatment tertentu.
Buku disusun oleh 14 desainer interior Indonesia, seperti Agam Riadi dengan tema "Multiple Sources", aplikasi tenun Bali dan Palembang dalam berbagai produk untuk ruang foyer atau ruang baca, Andi Lim mengambil tema "Beautiful Boudoir" yang memerindah kamar tidur dengan tenun dari Palembang, Anita Boentarman dengan tema "Dynamic Dream" memberikan dinamika kamar tidur yang manis dengan aplikasi tenun Bali, Garut, dan Majalaya, Ary Juwono dengam tema "Bathing Beauty", Ary memerindah kamar mandi dengan seluruh produk menggunakan tenun Sumba, Eko Priharseno hadir dengan tema "Multiple Edges" yang memadukan tenun Sulawesi Tenggara, Bali, Garut pada produk untuk ruang keluarga. Ada pula desainer interior Fifi Fimandjaja, Joke Roos, Prasetio Budhi, Reza Wahjudi, Roland Adam, Sammy Hendramianto, Shirley Gouw, Su Yin Pramono, dan Yuni Jie.
"Interior ada up and down-nya, seperti batik yang sempat merajai. Sekarang tenun sudah masuk pasaran karena motifnya bermacam-macam. Seperti yang saya buat tenun dari sulawesi tenggara, dengan motif strip," ujar Ronald Adam yang mengambil tema "Outdoor Comfort" untuk aplikasi ruang teras yang nyaman.
Buku Woven Indonesia Textiles for The Home sudah bisa didapatkan di semua toko buku Periplus dengan harga Rp 261 ribu.
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper