Sabtu, 23 Mei 2026

Home and Garden

Kiat Memelihara dan Membiakkan Tanaman Kaktus

Selain indah dipandang, kaktus sedap dipandang dan tahan kekeringan. Jadi, cobalah pelihara dari sekarang.

Tayang:
Blog Amanda Deviana
Kaktus 

TRIBUNNEWS.COM - Kaktus kembali menjadi tanaman yang disukai. Tanaman hias ini dikenal karena sifatnya yang tahan panas. Meskipun begitu, Anda perlu mengetahui kiat menanam dan merawat kaktus agar tanaman ini tak salah urus lalu cepat mati.

Secara umum, kaktus memang sangat tahan terhadap kekeringan karena akar serabutnya mampu menyerap dan menyimpan air di bagian batang dalam waktu yang lama. Sebagian jenis kaktus dapat tumbuh pada waktu lama tanpa air, sementara sebagian lagi tetap membutuhkan air untuk hidup.

Untuk menanam kaktus , bisa dilakukan dengan menanam biji, anakan, atau dengan stek. Kaktus bisa ditanam di dalam pot ataupun langsung di tanah. Namun memang, kaktus akan lebih menarik jika ditanam di dalam pot karena bentuk-bentuk kaktus yang memang unik. Dengan menanam dalam pot, perawatannya pun bisa lebih mudah dan efektif.

Yang perlu diperhatikan saat memilih pot adalah ukurannya harus sesuai dengan tanaman kaktus sehingga penampilannya bisa lebih maksimal dan sedap dipandang. Jenis pot yang dipilih sebaiknya memiliki dinding dan bagian bawah yang porous agar air bisa mengalir dengan baik. Selain itu, pilih pot yang awet dan memiliki bentuk yang unik.

Bibit kaktus bisa mudah dijumpai di nursery atau toko tanaman. Media tanam kaktus menggunakan pasir malang dan media tanam khusus kaktus. Media tanam khusus ini bisa dibuat sendiri dari campuran sekam bakar, pupuk kompos, sabut kelapa, dan tanah lembap. Aduk jadi satu, lalu campur lagi dengan pasir malang.

Ganti Media Tanam
Media tanam sebaiknya diganti secara berkala, khususnya jika kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sudah habis. “Banyak orang yang tidak pernah mengganti media tanam kaktus. Memang mungkin saja media tanamnya tidak diganti, jika habitatnya memang tepat. Misalnya di daerah Bandung atau Malang. Tapi, di luar itu, media tanam sebaiknya diganti,” ungkap Andre Wiredja dari VaxaGreen, Jakarta.

Untuk mengganti media tanam dan pot dilakukan repotting . Penggantian pot dilakukan untuk memberikan ruang yang lebih besar sesuai perkembangan kaktus dengan memerhatikan perkembangan dan kondisinya. Sementara media tanam perlu diganti untuk memperbaiki kondisi media tanam. Jika kaktus termasuk jenis yang cepat tumbuh, maka repotting bisa dilakuakn setiap 6 bulan sekali.

“Rata-rata, sih, repotting  dilakukan setahun sekali. Lihat dulu apakah tanaman kaktus sudah kehabisan zat yang ada di media tanam atau belum. Tanda-tanda kaktus sudah kehabisan unsur hara bisa dikenali dari kondisinya yang tiba-tiba layu, warnanya yang tiba-tiba memudar, atau penampakannya tak segar lagi.”

Waspadai Hama
Meski termasuk tanaman yang “bandel”, namun kaktus juga bisa terserang hama dan penyakit. Di antaranya tungau, kutu putih, busuk akar, dan sebagainya. Ada juga “gangguan” lain yakni overwatering  atau penyiraman berlebih. Seringkali, pemilik kaktus terlalu rajin dan menyiram kaktus secara berlebihan. Akibatnya, tanaman bisa busuk.

Kaktus yang diserang tungau bisa dikenali dari seluruh bagian yang berwarna coklat. Untuk mengatasinya bisa dengan menyikat batang kaktus dengan sikat dan air sabun atau disemprot menggunakan insektisida. Kutu putih bisa tampak dari penampilan kaktus yang kotor kehitaman dengan selaput putih. Untuk mengatasinya pun bisa dilakukan dengan disikat atau disemprot dengan cairan insektisida.

Hasto Prianggoro

Sumber: Tabloidnova.com
Tags
tanaman
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved