Breaking News:

Fashion Filipina Menerjemahkan Tren Menjadi Produk Nyaman Pakai

Produk fashion Filipina cukup unggul dalam mengolah tren fashion menjadi produk yang nyaman untuk sehari-hari.

Penulis: Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM/DANIEL NGANTUNG
Fashion asal Filiipina untuk memamerkan produk-produknya di Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) yang berlangsung di Jakarta Convention Center, 12-14 September. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Daniel Ngantung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dengan jumlah penduduk yang hampir menyentuh angka 250 juta jiwa, Indonesia menjadi ladang yang menjanjikan bagi perusahaan asing yang ingin mengekspansi bisnisnya secara internasional.

Potensi ini pula yang akhirnya membawa sejumlah label fashion asal Filiipina untuk memamerkan produk-produknya di Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) yang berlangsung di Jakarta Convention Center, 12-14 September.

"Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat menjanjikan, apalagi dengan jumlah penduduknya yang sangat luar biasa. Kami yakin bisnis para pelaku industri kreatif asal Filipina, khususnya fashion dapat berkembang di sini," ujar Arturo Cruz Dimaano dari Kementerian Perdagangan dan Industri Filipina yang khusus membidangi produk kreatif.

Arturo memboyong sembilan label fashion asal Filipina antara lain Anemone, Bench, Figlia, Karimdon, Mint, dan Plains & Prints. Kehadiran mereka masuk dalam rangkaian program Philippines Brands in Motion yang diusung Center for International Trade Expositions and Mission (CITEM), bagian dari Kementerian Perdagangan dan Industri Filipina.

Philippines Brands in Motion, yang juga didukung Asosiasi Waralaba Filipina, Asosiasi Ritel Filipina, dan Pusat Investasi Perdagangan Filipina di Jakarta, bertujuan untuk memperkenalkan label-label fashion Filipina ke pasar global.

Menurut Arturo, produk fashion Filipina cukup unggul dalam mengolah tren fashion menjadi produk yang nyaman untuk sehari-hari.

"Para produsen membaca tren fashion yang sedang berlaku lalu menerjemahkannya menjadi pakaian yang nyaman," katanya.

Busana dari Mint misalnya, seperti yang ditampilkan dalam trunk show di sela pameran. Mengusung konsep busana kasual, Mint menghadirkan pilihan busana bernuansa floral dengan gaya color blocking yang belakangan sedang tren. Ada pula busana print bermotif etknik khas Filipina yang memberi kesan unik.

Industri kreatif sendiri memberi sumbangsih yang cukup besar bagi Filipina. Sadar akan potensi industri kreatif sejak 1983, pemerintah Filipina pun mulai aktif mempromosikan produk-produk kreatif baik ke dalam maupun luar negeri.

Arturo tak dapat memberikan angka pasti sumbangsihnya. Namun ia menegaskan jumlahnya meningkat secara siginifikan dari tahun ke tahun.

Selain Indonesia, Dubai turut masuk dalam daftar pasar yang menjadi target utama Filipina.

"Kami berharap ada perusahaan yang mau bermitra untuk memasarkan produk kami di Indonesia. Saat ini tidak ada target khusus peminat, kami ingin melihat responnya dulu," ujar Arturo.

Tags
fashion
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved