Breaking News:

Wisata Medis ke Korea Selatan

Warga Indonesia yang Ingin Operasi Plastik di Korsel Sebaiknya Jangan Pilih Jadwal Akhir Tahun

High season operasi plastik di Korea Selatan terjadi pada musim dingin (Desember hingga Februari) dan akhir tahun.

GRAFIS TRIBUN JATENG/ILHAM CAHYO
Grafis bentuk wajah pasien sebelum dan sesudah menjalani operasi plastik di sebuah klinik di Korea Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG- High season operasi plastik di Korea Selatan terjadi pada musim dingin (Desember hingga Februari) dan akhir tahun.

Warga Korsel melakukan operasi plastik pada musim dingin lantaran mempercepat proses penyembuhan. Sehingga musim dingin klinik operasi plastik di Korsel paling laris.

Representative Officer (RO) The Line Clinic untuk Indonesia wilayah Jakarta, Jabar, dan Jateng, Sovia Tjua mengatakan pihaknya tidak merekomendasikan warga Indonesia melakukan operasi plastik pada high season. Selain musim dingin, high season juga terjadi pada akhir tahun. Saat itu para pekerja di Korsel memperoleh bonus yang kemudian digunakan untuk operasi plastik.

“Kebanyakan cuma ambil paket waktu delapan hari di Korsel. Kalau high season dengan waktu sempit nanti akan kesulitan mengatur jadwal operasi. Jadi saya tidak merekomendasikan operasi plastik waktu high season,” ujarnya kepada Tribun Jateng, pekan lalu.

Diberitakan Tribun Jateng, ratusan orang Indonesia, termasuk puluhan warga Jawa Tengah, mengikuti wisata medis operasi plastik (K-Beauty) di Korea Selatan setiap tahun.

Operasi plastik bagi Korsel sudah bukan hal yang tabu. Mereka cuek pergi kemana-mana meski wajah sedang berbalut perban. “Kita pakai perban kayak mumi pun ngga ada yang merhatiin. Operasi plastik di Korsel sudah hal biasa. Kalau di Indonesia memang kadang masih tabu. Dari beberapa kota besar, pasien asal Jawa Tengah yang masih malu jika ketahuan kalau operasi plastik. Klien saya sampai bilang untuk merahasiakan jangan sampai orang lain tahu. Beda sama orang Jakarta yang mungkin sudah metropolitan sudah bisa terbuka kalau dirinya melakukan operasi plastik,” kata Sovia.

Sovia mengatakan The Line Clinic merupakan salah satu klinik operasi plastik terbesar di wilayah Gangnam, Korsel. The Line Clinic memiliki 13 dokter ahli bedah dan dua anestesi disertai peralatan yang lengkap. “The Line Clinic juga termasuk klinik ternama dan terlengkap di Gangnam. Kalau dibandingkan dengan klinik kecil di sana hanya punya satu-dua dokter saja,” ujarnya.

Klink terkenal lainnya adalah Grand Plastic Surgery. Translator Bahasa Indonesia Grand Plastic Surgery, Kim Yee Seul mengatakan Grand Plastic Surgery menjadi salah satu klinik terbesar dan ternama yang sudah beroperasi selama 10 tahun dari ratusan klinik di Gangnam. "Artis Indonesia, Dena Rachman pernah melakukan operasi implan payudara di Grand, Oktober tahun lalu," kata Kim.

Operasi plastik, kata Kim, sudah tidak menjadi hal tabu bagi warga Korsel. Usia remaja pun banyak yang sudah melakukan operasi plastik. "Operasi plastik bahkan menjadi sebuah hadiah bagi remaja yang lulus sekolah. Mereka pun tidak malu menunjukkan ke teman-temannya kalau melakukan operasi plastik," ujarnya.

Kim mengatakan tingkat keberhasilan operasi plastik tidak bisa ditakar dalam sebuah angka. "Selama ini kami telah berhasil melakukan operasi plastik. Banyak pasien yang puas dengan hasilnya. Jadi kami tidak bisa menakar tingkat keberhasilan dengan angka," ujarnya. (tribunjateng/cetak)

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved