Keju Ricotta Cocok untuk Dicocol atau Dipanggang
Dari segala jenis keju-kejuan, keju ricotta mungkin masih terdengar asing di telinga orang Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari segala jenis keju-kejuan, keju ricotta mungkin masih terdengar asing di telinga orang Indonesia. Tidak seperti keju mozzarella dan blue cheese yang namanya lebih familiar.
Namun sebetulnya, keju ini cukup umum digunakan untuk masakan-masakan barat yang biasa sering kita temui. Sebut saja, dari berbagai jenis pasta, pancake hingga cheesecake.
Fahmi Widarte, Greenfields Corporate Chef, menyebut ricotta sebagai jenis keju yang versetile atau multiguna. Cara pengolahan dan penyajiannya yang beragam menjadi alasannya.
"Berbeda dari jenis keju lainnya, ricotta mempunyai tekstur yang lembut dan terbuat dari susu yang lebih segar. Teksturnya menyerupai krim namun sedikit padat," jelas Fahmi saat acara peluncuran Greenfields Riccota Cheese, Kamis (9/4/2015).
Hal tersebut, membuat ricotta "fleksibel" diolah dan dinikmati dalam cara yang bervariasi.
Baik sebagai bahan utama, ataupun pendamping. Mau dipanggang atau dinikmati langsung. Ricotta cocok untuk semuanya.
Chef yang pernah berkarya di sejumlah hotel bintang lima dunia itu mencontohkan ricotta sebagai bahan utama pancake.
Selain dicampur di dalam adonan pancake, ricotta juga bisa berperan sebagai olesan untuk pancake yang telah matang. Bisa pula sebagai olesan roti, laiknya mentega atau selai kacang. Bahkan sebagai filling atau isi bakso atau gorengan.
Selain itu, ricotta juga cocok dinikmati sebagai dressing salad atau saus cocolan kudapan.
Hanya satu kekurangan ricotta yakni tidak dapat disimpan dalam periode yang lama.
"Sebaiknya keju ricotta harus segera dihabiskan dalam waktu empat hari setelah kemasannya dibuka," saran Fahmi.(Daniel Ngantung)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hidangan-pesto-di-ricotta_20150411_095152.jpg)