Wadidaw

Congklak, Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan

Permainan tradisional seperti taplak gunung, congklak, kelereng, dan egrang kini semakin jarang ditemui. Tergerus zaman, permainan-permainan tersebut

plus.google.com
Permainan congklak 

Perkembangan teknologi yang begitu pesat berhasil mengurangi minat anak-anak untuk bermain permainan tradisional. Anak-anak lebih memilih permainan daring yang dioprasikan melalui gadget daripada permainan tradisional

Sangat disayangkan permainan tradisional yang memiliki nilai serta manfaat positif bagi kehidupan dan perkembangan anak, sudah jarang dimainkan oleh anak-anak. Salah satu permainan trandisional yang sudah jarang dimainkan adalah permainan congklak. 

Konon, permainan congklak dibawa oleh pendatang dari Arab ketika datang berdagang atau berdakwah ke kawasan Asia. Banyak ahli menduga bahwa congklak mungkin sebenarnya papan permainan tertua yang pernah ada.

Di berbagai daerah, permainan ini memiliki nama-nama yang berbeda. Di Sumatera, congklak dikenal sebagai congkak, sedangkan di Jawa, dikenal sebagai congklak, dakon, atau dhakonan. Di Lampung, permainan ini memiliki nama dentuman lamban dan di daerah Sulawesi dikenal dengan nama makaotan, aggalacang, dan nogarata.

Cara Bermain

Permainan congklak dimainkan oleh dua orang. Papan untuk bermain umumnya terbuat dari kayu dan memiliki 16 lubang dengan 7 lubang kecil dan 2 lubang besar sebagai induk lubang. Sebelum permainan dimulai, tiap-tiap lubang kecil diisi dengan 7 buah biji congklak dengan induk lubang yang dikosongkan.

Permainan dimulai ketika salah satu pemain mengambil biji congklak yang terdapat pada salah satu dari 7 lubang dibagiannya. Kemudian, ia harus membagikannya ke tiap-tiap lubang. Tidak lupa, pemain harus mengisi induk lubang yang milikinya.

Pemain lain, akan mendapat giliran ketika pemain sebelumnya sudah kehabisan biji congklak untuk dibagikan. Permainan selesai apabila semua biji congklak dalam lubang kecil sudah habis. Pemain yang menang ialah yang pemain dengan jumlah biji congklak terbanyak pada induk lubangnya.

Congklakk
Bermain Congklak

Manfaat Bermain Congklak

Permainan congklak yang tergolong sebagai permainan tradisional ternyata memiliki banyak manfaat. Berdasarkan hasil penelitian seorang psikolog independen asal Inggris, Dr Linda Papadopoulos, menyimpulkan, permainan tradisional sangat penting untuk anak. Menurutnya, permainan-permainan tersebut sangat penting untuk perkembangan fisik dan mental.

Papadopoulos menambahkan, permainan tradisional juga dapat melatih kepercayaan diri dan ketahanan mental. Hal itu harus dimiliki oleh anak-anak agar pembentukan imej anak baik. Pembentukan imej anak sangat penting agar mentalnya tidak mudah goyah akibat perkataan negative dari teman sebayanya.

Ketika bermain congklak, anak-anak akan dilatih jujur, sabar, berhitung serta mengatur strategi. Kegiatan mengambil biji congklak dan memasukkannya ke tiap lubang melatih anak untuk mengasah kemampuan motorik halusnya. Selain itu, kegiatan tersebut dapat membuat tangan anak menjadi lebih luwes sehingga anak akan lebih siap untuk belajar menulis.

Bermain congklak juga mampu mengasah kecerdasan otak kiri. Dalam permainan, pemain harus mengumpulkan biji congklak  yang lebih banyak dari lawannya agar dapat menang. Hal tersebut membuat anak akan mengatur strategi dan melakukan perhitungan dalam proses bermainnya.

Penulis: Nurfina Fitri Melina

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved