Ibu Menyusui Suka Minum Kopi, Adakah Pengaruh Berbahaya Pada Bayinya?

Sebagian ibu menyusui khawatir efek kafein pada bayi mereka. Maka, mereka membatasi atau bahkan menghilangkan kebiasaan minum kopi saat menyusui.

Ibu Menyusui Suka Minum Kopi, Adakah Pengaruh Berbahaya Pada Bayinya?
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Apakah ibu menyusui boleh minum kopi? Apakah kebiasaan tersebut punya pengaruh terhadap ASI sehingga berbahaya dikonsumsi oleh bayinya?

Sebagian ibu menyusui khawatir dengan efek kafein pada bayi mereka. Maka, mereka membatasi atau bahkan menghilangkan kebiasaan minum kopi saat menyusui.

Namun, kafein jauh lebih kecil kemungkinannya mempengaruhi bayi yang menyusui.

Tubuh memetabolisme sebagian besar kafein dalam kopi sebelum mencapai ASI atau memiliki kesempatan untuk mempengaruhi bayi.

Menurut Dr. Thomas Hale dalam Medications and Mothers Milk, menyatakan kafein adalah obat berisiko rendah dalam jumlah sedang.

Hanya sekitar 1 persen dari kafein yang dikonsumsi seorang wanita masuk ke dalam ASInya, dan jumlah yang sangat kecil itu tidak cukup untuk membahayakan sebagian besar bayi.

Baca: Apakah Minum Kencing Sendiri Punya Manfaat Buat Kesehatan?

Orangtua yang menyusui yang ingin mengambil pendekatan teraman harus mempertimbangkan membatasi asupan kafein hingga sekitar 300 miligram (mg) sehari, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Jumlah kafein ini setara dengan 2 – 3 cangkir kopi.

Bahkan konsumsi kafein yang lebih dari 300 mg tidak mungkin membahayakan bayi, demikian dilansir dari medical news today.

Namun, CDC mencatat bahkan konsumsi kafein ekstrem yaitu lebih dari 10 cangkir sehari dapat menyebabkan gejala pada bayi, seperti rewel dan gelisah.

Kadar kafein dalam ASI mencapai puncaknya 1 – 2 jam setelah minum kopi.

Halaman
1234
Editor: Willem Jonata
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved