Hai Para Workaholic, Jangan Lewatkan Cuti! Banyak Manfaatnya Lo, Kesehatan Mental Pun Terjaga

Jika Anda terlalu mementingkan pekerjaan atau workaholic, mulailah berpikir ulang untuk melewatkan cuti. Mengapa?

Hai Para Workaholic, Jangan Lewatkan Cuti! Banyak Manfaatnya Lo, Kesehatan Mental Pun Terjaga
Hai
Begadang 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Jika Anda terlalu mementingkan pekerjaan atau workaholic, mulailah berpikir ulang untuk melewatkan cuti. Mengapa?

Ternyata cuti itu banyak manfaatnya lo.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Fidiansjah pun mengingatkan kesempatan untuk cuti ini adalah masa istirahat dari berbagai pekerjaan yang baik untuk kesehatan mental dan fisik.

Karena dapat membantu kesehatan mental dan fisik itu perusahaan juga diharapkan mengingatkan karyawannya untuk cuti sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawannya pula.

Baca: Pengantin Baru Kaya Ammar Zoni dan Irish Bella Lagi Romantis, Apa Hukumnya Bermesraan Saat Puasa?

“Ini sering orang workaholic dianggap sebagai prestasi itu salah. Harus tahu kapan bekerja dengan seluruh tuntutan itu dan kapan memenuhi kebutuhan karena cuti adalah hak bahkan kewajiban bagi perusahaan,” kata dr. Fidiansjah saat ditemui di Denpasar, Bali beberapa waktu lalu.

Kemudian dr. Fidiansjah juga menjelaskan cuti ternyata berdampak baik bagi siklus pekerjaan di sebuah perusahaan misalnya.

Alasannya cuti bisa melatih pendelegasian tugas kepada yang lain dan melatih kepercayaan memberikan tugas kepada yang lain.

Baca: Mengetahui Manfaat Kesehatan Menyantap Bawang Putih Panggang

Karyawan lain juga akan berusaha mempelajarinya dan meningkatkan kemampuan karyawan lain.

Alhasil saat satu karyawan cuti tidak ada aktivitas kantor yang tersendat dan mengurangi karyawan yang tidak mau cuti karena merasa hanya dia yang mengerti soal pekerjaan tersebut.

“Jadi cuti adalah membiasakan pengalihan pendelegasian suatu tugas jangan sampai one man show pada suatu area sehingga kalau dia cuti harus dilakukan oleh orang lain,” ungkap dr. Fidiansjah.

Saat bekerja pastikan juga memiliki manajemen stres yang baik, jangan memaksakan dan harus beristirahat demi kesehatan mental kedepannya.

“Ketika pekerjaan sudah membutuhkan sebuah tempat istirahat, butuh oksigen, penuhilah. Sehingga bisa memodifikasi kinerja seseorang juga, harus tahu mengatur waktu istirahat dan sebagainya,” pungkas dr. Fidiansjah.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved