Hai Anak Muda Jangan Mudah Terprovokasi Ya, Yuk Ikuti Saran Psikolog Ini

Anak-anak remaja yang akan memasuki usia dewasa rentan terprovokasi untuk melakukan aksi-aksi negatif yang melibatkan banyak massa.

Hai Anak Muda Jangan Mudah Terprovokasi Ya, Yuk Ikuti Saran Psikolog Ini
HuffPost
Ilustrasi emosi remaja 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Anak-anak remaja yang akan memasuki usia dewasa rentan terprovokasi untuk melakukan aksi-aksi negatif yang melibatkan banyak massa.

Hal tersebut terjadi karena ada perubahan hormonal pada remaja yang membuat mereka lebih sensitif, alhasil mereka lebih mudah tersinggung saat dipancing sedikit saja.

Saat emosi sedang meledak-ledak maka keputusan yang mereka ambil tidak dipikirkan matang-matang dan jadinya tidak logis.

Psikolog klinis keluarga, Monica Sulistiawati melalui Tribunnews.com membagikan tips agar anak muda tidak mudah terprovokasi.

1. Hindari Kerumunan

Anggota Brimob bersitegang dengan massa di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Petugas kepolisian terus mendorong massa yang pendemo yang masih bertahan di Gedung Bawaslu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota Brimob bersitegang dengan massa di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Petugas kepolisian terus mendorong massa yang pendemo yang masih bertahan di Gedung Bawaslu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Jauhi kerumunan. Jangan mudah tergiur iming-iming untuk mengikuti suatu kerumunan atau perkumpulan

2. Kedepankan Pemikiran Logis dan Cek dahulu Informasi yang Didapat

Cek dahulu kebenaran informasi yg diterima, baik informasi yg disampaikan secara langsung oleh orang lain maupun informasi lain yang sifatnya tertulis misalnya dari broadcast, berita, dan lain-lain.

Kedepankan pemikiran logis. Pertimbangkan baik buruk setiap tindakan yg akan dilakukan: apa manfaatnya dan apa kerugiannya. Utamakan penilaian dan norma pribadi dibanding nilai-nilai orang lain.

3. Atur Emosi

Ilustrasi.
Ilustrasi. (Huffingtonpost)

Jangan biarkan diri terbawa emosi negatif. Tenangkan diri dengan cara mengalihkan perhatian dari hal-hal yang negatif dan upayakan menemukan hal lain yang lebih positif dan menyenangkan.

Tujuannya adalah agar kita mampu berpikir lebih jernih dan lebih mengutamakan logika dibanding emosi sesaat.

4. Jauhi Alkohol, Obat-obtan terlarang, dan Istirahat Cukup

Ilustrasi tidur
Ilustrasi tidur (Soompi)

Jauhi alkohol dan obat-obata terlarang karena kedua hal ini dapat memancing individu menjadi agresif, bahkan timbul halusinasi.

Dengan istirahat cukup, hormon-hormon yang memicu rasa tenang, santai dan bahagia akan meningkat.

Ini akan membantu otak berpikir lebih baik, pengambilan keputusan lebih matang, dan emosi lebih stabil.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved