Bagaimana Menjadikan Anak Disiplin Tanpa Harus Marah dan Main Tangan?

Orang tua pengin anaknya hidup disiplin. Maka, biasanya mereka membiasakan banyak hal kepada anak sejak kecil untuk menjadi seperti itu.

Bagaimana Menjadikan Anak Disiplin Tanpa Harus Marah dan Main Tangan?
GRID.ID/ISTOCK
Jika orang tua memukul anak, mereka akan membuat anak-anak tersebut nantinya menjadi orang yang kasar terhadap pasangan mereka di masa depan. 

TRIBUNNEWS.COM - Orang tua pengin anaknya hidup disiplin. Maka, biasanya mereka membiasakan banyak hal kepada anak sejak kecil untuk menjadi seperti itu.

Anak yang disiplin biasanya mandiri, cerdas, pandai mengatur waktu, dan lainnya. Yang jadi soal, mendisiplinkan anak bukan perkara mudah.

Betapa banyak orangtua yang merasa sudah mendisiplinkan anak, tapi hasilnya berujung pada kekecewaan.

Anak tetap tak taat aturan, senang mengulur-ulur waktu, dan sebagainya.

Bahkan, ada sebagian orangtua yang teriak, marah-marah, bahkan memberikan hukuman keras dengan harapan anaknya bisa disiplin.

Baca: Maya Septha Pantang Labeli Buah Hatinya sebagai Anak Nakal

Apakah hal itu berhasil? Boleh jadi kelihatannya iya, tapi kenyataannya dalam jangka panjang, semua itu hanya memberikan dampak jangka pendek.

Anak disiplin karena takut dengan orangtua atau hukuman yang diberikan, bukan karena disiplin itu perlu dilakukan untuk kebaikan anak.

Baca: Raffi Ahmad Totalitas Dalam Kerja, Vicky Prasetyo Sarankan Istirahat

Bila Kamu mengalami kesulitan dalam mendisiplinkan anak, mengapa tidak mencoba 8 langkah mudah disiplinkan anak berikut ini:

1. Jangan sekali-kali menggunakan kekerasan, baik yang menimbulkan luka maupun yang tidak seperti memukul pantat anak, menampar, mencubit, mengguncangkan badan, dan lain-lain.

Orangtua memarahi anak karena si kecil berani mencuri.
Orangtua memarahi anak karena si kecil berani mencuri. (Dokumentasi)

Juga tak boleh menyerang secara verbal terhadap anak sehingga menimbulkan bahaya psikologis, seperti memaki anak dengan kata-kata yang tidak pantas, memanggil anak dengan nama panggilan negatif, memberikan label buruk, dan lain-lain.

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved