Tanpa Upaya Mengurangi, Tahun 2069 di Laut akan Lebih Banyak Sampah Plastik Dibandingkan Ikan

Mengganti botol plastik dengan Tumbler merupakan pilihan yang tepat agar dapat terhindar dari bahaya zat kimia dalam plastik

Tanpa Upaya Mengurangi, Tahun 2069 di Laut akan Lebih Banyak Sampah Plastik Dibandingkan Ikan
Tribunnews/Herudin
Instalasi seni dari sampah plastik diperlihatkan pada Pameran Laut Kita di Jakarta, Senin (22/4/2019). Pameran tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahayanya sampah plastik yang dapat merusak lingkungan. Tribunnews/Herudin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penggunaan wadah botol plastik untuk konsumsi air telah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat.

Seiring dengan kebutuhan tersebut, penggunaan botol plastik makin meningkat setiap harinya. 

Seperti diketahui bahwa materi dari bahan plastik dapat menimbulkan bahaya baik bagi kesehatan tubuh maupun lingkungan.

Beberapa dampak bahaya zat kimia dari plastik yang terbuang dan menjadi sampah antara lain dapat menyebabkan gangguan sistem motorik, menurunnya daya tahan tubuh dan yang paling berbahaya dapat menyebabkan penyakit kanker.

Sedangkan dampak terbesar bagi lingkungan adalah pencemaran air dan tanah yang dapat mengganggu ekosistem alam dan makhluk hidup.

Baca: Sampah Plastik Australia Berakhir di Desa Bangun, Mojokerto

Mengganti botol plastik dengan Tumbler merupakan pilihan yang tepat agar dapat terhindar dari bahaya zat kimia yang terkandung dalam media plastik tersebut.  

Hana Nur Auliana, praktisi lingkungan dari Waste4Change, mengatakan penggunaan botol minum tumbler adalah salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik dari kemasan air minum yang kita konsumsi sehari-hari. 

"Pengurangan lainnya adalah dengan melakukan daur ulang sampah plastik tersebut," katanya di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Waste4Change adalah sebuah lembaga sosial yang memiliki misi memberikan layanan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab untuk Indonesia bebas sampah.

Hana Nur Auliana menegaskan, apabila kita tidak mulai mengurangi jumlah plastik maka dalam kurun waktu 50 tahun ke depan laut kita akan lebih banyak diisi plastik ketimbang ikan.

Baca: Bangkai Kapal dan Sampah Batang Arau akan Ditenggelamkan di Laut Lepas

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved