Viral Lulusan UI Tolak Gaji 8 Juta, Sederet Perusahaan Ini Gaji Pegawai Ratusan Juta per Bulan

Viral fresh graduate Universitas Indonesia / UI menolak gaji Rp 8 juta, sederet perusahaan ini malah gaji karyawannya ratusan juta rupiah per bulan.

Viral Lulusan UI Tolak Gaji 8 Juta, Sederet Perusahaan Ini Gaji Pegawai Ratusan Juta per Bulan
Twitter @WidasSatyo/KONTAN (Achmad Fauzie)
Kampus UI angkat bicara pasca cuitan viral netizen ngaku alumni Universitas Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Sempat viral fresh graduate Universitas Indonesia / UI menolak gaji Rp 8 juta, sederet perusahaan ini malah gaji karyawannya ratusan juta rupiah per bulan.

Viral lulusan UI menolak gaji Rp 8 juta, ternyata banyak perusahaan yang gaji pegawainya hingga ratusan juta per bulan.

Beberapa waktu lalu sempat viral diperbincangkan unggahan seseorang yang mengaku lulusan baru ( fresh graduate) Universitas Indonesia / UI yang isinya kecewa dapat tawaran gaji Rp 8 juta dari sebuah perusahaan.

"Jadi tadi gue diundang interview kerja perusahaan lokal dan nawarin gaji kisaran 8 juta doang.

Hello meskipun gue fresh graduate gue lulusan UI, Pak. Universitas Indonesia.

 Nasib Tragis Imam, Sarankan Prada DP Bakar Mayat Vera Oktaria, Tewas Tenggelam Sebulan Kemudian

 Viral Pria TKI Ditipu Pacar Online yang Ternyata Nenek-nenek, Nyaris Menikah, Rugi Puluhan Juta

 Cerita Perjalanan Hidup Anak Laki-laki Ruben Onsu, Betrand Peto, Video Viral hingga Diangkat Anak

 Niat Puasa Tarwiyah Jelang Idul Adha 2019, Dilaksanakan Besok Jumat 9 Agustus, Hapus Dosa Setahun!

Jangan disamain sama fresh graduate dengan kampuslain dong ah. Level UI mah udah perusahan luar negeri.

Kalau lokal mah oke aja, asal harga cocok," isi unggahan itu.

Unggahan itu langsung viral di media sosial twitter bahkan tagar ‘ Lulusan UI’ sempat bertengger di trending Twitter beberapa waktu lalu.

Sebuah platfom mailinglist Levels.fyi beberapa waktu lalu menyusun perusahaan rekayasa perangkat lunak dengan gaji tertinggi dan mengelompokkannya berdasarkan tingkat pengalaman.

Angka-angka ini ingin menunjukkan kepada bagaimana kompensasi kompetitif di antara perusahaan-perusahaan top dapat diperoleh.

HALAMAN 2 >>>>>>>>>>>>>>

Editor: Salma Fenty Irlanda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved