Canda Ganjar Pranowo Soal Tas Karung Goni Roro Kenes Ditaksir Ratusan Juta Hingga Ditahan di Rusia

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo angkat suara soal warganya tak bisa menjual barang daganganya di Festival Indonesia Moskow 2019.

Canda Ganjar Pranowo Soal Tas Karung Goni Roro Kenes Ditaksir Ratusan Juta Hingga Ditahan di Rusia
Dok Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat mengunjungi booth Pemprov Jateng di Festival Indonesia Moskow, Rusia 

"Terus terang saya cukup bangga walaupun sedih karena produk saya dikira oleh pihak Moskow di sini sebagai produk premium sekelas branded dan kata-kata dari mulu mereka ketika saat saya mencuri dengar adalah 'this is good stuff'," sambungnya.

Sementara itu Ganjar Pranowo turut menyayangkan atas hal itu.

Tas Roro Kenes buatan warga Semarang ditahan otoritas Bandara Demodova Rusia.
Tas Roro Kenes buatan warga Semarang ditahan otoritas Bandara Demodova Rusia. (ISTIMEWA)

"Yang menarik mereka tidak percaya kalau barang ini relatif murah mereka maunya mahal," ujar Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo meyakini bahwa produk yang dihasilkan Syanaz diakui kualitasnya.

"Kita punya produksi bagus dan mereka mengakui secara tidak lansung," tuturnya.

"Gara-gara ini semua kita belajar bahwa produk kita sudah berbicara di dunia internasional," lanjutnya.

Ganjar Pranowo lantas berkelakar soal harga yang diujai Syanaz.

"Dikira ini harganya ratusan juta, harganya ini cuma 90 dollar sekitar Rp1 juta, fitnah ya tapi menarik juga. Kalau begitu kita jual ratusan juta aja," kata Ganjar Pranowo berseloroh.

Ganjar Pranowo pun turut mengunggah soal hal itu di akun Instagramnya.

Unggahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Jumat (9/8/2019). (Instagram Ganjar Pranowo)
Unggahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Jumat (9/8/2019). (Instagram Ganjar Pranowo) ()

"Ada yang sudah kenal produk Roro Kenes? @rorokenesindonesia ini adalah tas produk UMKM dari Kota Semarang, berbahan dasar kulit sapi lokal, ada juga dari karung goni, batik dll.

Ada cerita menggelitik dari Festival Indonesia Moskow kemarin.

Saya ke Rusia membawa pelaku usaha Jateng untuk mengenalkan produk-produk lokal ke sana.

Nah, ternyata Tas Roro Kenes ini tertahan di Bandara Domodedovo, padahal dokumen pun sudah lengkap.

Si empunya, Mbak Syanaz diinterogasi 4 jam di sana.

Ternyata diduga petugas tidak percaya bahwa tas itu buatan Indonesia, mereka menilai tas itu kualitasnya premium sekelas LV dan Hermes yang harganya ratusan juta, tidak sesuai dengan yang didaftarkan yang harganya hanya satu sampe dua jutaan.

Sampai festival dimulai dan selesai, tas Roro Kenes masih tertahan dan gagal pameran.

Padahal produk lain aman-aman saja, bahkan ada tas dari daerah lain yang juga berbahan kulit berhasil ikut pameran. Ini menggelitik sekaligus membanggakan, secara tidak langsung kualitasnya diakui dunia internasional dan layak ekspor," tulis Ganjar Pranowo, Jumat (9/8/2019).
(Mohamad Afkar Sarvika)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Kelakar Ganjar Pranowo Tanggapi Produk Tas dari Jateng Tak Bisa Ikut Pameran di Rusia, 

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved