Breaking News:

“New Age Culture” Tema 6Th Anniversary SFA

Rayakan Anniversary ke-6, Sparks Fashion Academy (SFA) gelar Open House bertema “New Age Culture”. Tema ini diangkat untuk menjawab tantangan

Editor: FX Ismanto
TRIBUNNEWS.COM/IST
Rayakan Anniversary ke-6, Sparks Fashion Academy (SFA) gelar Open House bertema New Age Culture. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rayakan Anniversary ke-6, Sparks Fashion Academy (SFA) gelar Open House bertema “New Age Culture”. Tema ini diangkat untuk menjawab tantangan perkembangan fashion di era modern dan dampak dari sebuah teknologi. Sebagai lembaga pendidikan fashion terpercaya, SFA menjawab para peminat fashion yang ingin mengembangkan karirnya di dunia mode. Dengan menawarkan program cara design yang inovatif serta berbagai layanan pendidikan fashion di SFA.

Salah satu rangkaian acara di Open House SFA adalah sesi Fashion Sharing, dengan topik “Break Your Challenge, Grow Your Fashion Journey”. Acara ini mengundang tiga narasumber yang berbeda latar belakang. Seperti, Dana Maulana dari brand Danjiyo Hiyoji, lokal brand top Indonesia yang sudah puluhan tahun berkibar. Julianto, salah satu rising designer Indonesia alumni SFA dan baru saja melangsungkan shownya di ajang bergengsi New York Fashion Week S/S 2020. Dan yang terakhir Raras Kariyanti yang sedang menempuh pendidikan fashionnya di SFA.

Sharing ini memberikan kesimpulan, bahwa terjun di dunia mode membutuhkan komitmen dan kecintaan yang kuat, strategi yang terus menerus diasah dan inovasi karya untuk menjadi sukses dan bisa bertahan.

Zsa Zsa Syahlia, Koordinator Akademik SFA dalam acara ini memaparkan, “New Age Culture” menjelaskan bahwa layanan dan program SFA dapat menjadi menjadi solusi dari berbagai tantangan yang diketemukan dalam keseharian dari para peminat fashion yang ingin terjun di industri mode.

Mereka sesungguhnya memiliki minat tinggi dan melihat peluang besar di industri ini. Namun mereka memiliki keraguan, karena terhalang ketidaktahuan mengenai industri mode itu sendiri. tidak paham pengembangan brand, hingga keterbatasan waktu dan finansial.

Pada kesempatan tersebut, Zsa Zsa juga menambahkan, bahwa isu dan tantangan di era modern akan divisualisasikan SFA dalam karya siswa di berbagai ajang show di tahun 2020 dengan mengangkat tema "New Age Culture" itu sendiri.

Pagelaran New Age Culture sepanjang 2020 kedepan mengangkat tiga isu utama yakni sisi kemanusiaan, inovasi yang semakin memiliki kekhususan (inclusive Innovation) dan mengendepankan budaya.

Ditambahkan oleh Floery D. Mustika, CEO SFA, perjalanan 6 (enam) tahun SFA, melalui slogan “Turning Fashion Into Business, kami terus berinovasi melalui beragam program dan kegiatan untuk mejawab berbagai tantangan dan keraguan.

Dari mulai pilihan kelas singkat atau explorasi, Program Fashion Business hingga program- program yang memperlengkapi keahlian untuk menjadi fashion designer. Para calon siswa dapat memutuskan sendiri program apa yang mereka minati, dan bisa mengukur level keahlian yang ingin mereka capai, hingga flexibelitas waktu dan keuangan.

“Dan tentunya melalui rangkaian acara hari ini, kami dapat memberikan keyakinan mereka untuk bisa mulai belajar, dan ini sejalan dengan visi dan misi SFA yakni untuk melahirkan bakat-bakat muda yang berpotensi bagi perkembangan industri mode tanah air, ” ujar Floery menutup acara.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved