Stres karena Pekerjaan? Curhat di Media Sosial Bukan Solusi Tepat, Lebih Baik Cari Teman Ngobrol

Jadwal kegiatan yang padat terkait urusan pendidikan ataupun pekerjaan membuat waktu mengobrol dengan teman dan sahabat berkurang.

Stres karena Pekerjaan? Curhat di Media Sosial Bukan Solusi Tepat, Lebih Baik Cari Teman Ngobrol
net
Iustrasi teman curhat saat suntuk dengan pekerjaan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Jadwal kegiatan yang padat terkait urusan pendidikan ataupun pekerjaan membuat waktu mengobrol dengan teman dan sahabat berkurang.

Padahal sebagai makhluk sosial punya temen ngobrol untuk berbagi banyak hal itu penting banget lho!

Seperti kata Dr. Devie Rachmawati, Sosiolog dari Universitas Indonesia, seseorang perlu untuk mencurahkan sesuatu yang ia rasakan kepada seseorang sehingga unek-unek dalam diri bisa dikeluarkan.

"Ketika secara psikologis butuh mencurahkan sesuatu dalam banyak hal orang muda atau orangtua, ketika gelas itu sudah penuh kita butuh menumpahkannya," ungkap Dr. Devie saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).

Baca: Diserang Balik Ruhut Sitompul, Rocky Gerung Ketahuan Tak Lulus di 4 Jurusan Kuliah, Jadi Tertawaan

Baca: Bayi Kembarnya Meninggal dalam Kandungan, Irish Bella Masih Bisa Hamil Lagi, Apa Syaratnya?

Penderita kolesterol tinggi sering merasa sakit kepala dan nyeri pada leher yang tidak biasa.
Penderita kolesterol tinggi sering merasa sakit kepala dan nyeri pada leher yang tidak biasa. (Pthealth)

Sayangnya karena saat ini susah mencari teman ngobrol dan tidak ada yang mendengarkan saat ingin bercerita banyak yang mencurahkan perasaanya di sosial media.

"Persoalannya di sosial media semua orang sibuk menumpahkan perasaan akhirnya semua orang stres karena mereka tidak merasa didengar," kata Dr. Devie.

Maka dari itu penting banget sedikit meluangkan waktu bertemu teman saling bercerita, menjadi pendengar yang baik dan saling memberikan masukan.

"Mendengarkan adalah poin penting karena dengan mendengarkan kita membantu mereka yang butuh saluran," papar Dr. Devie.

"Jadi langkahnya kita rangkul mereka yang stres biar mereka menumpahkan perasaannya kemudian diisi dengan positif," pungkas dr. Devie.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved