Kesehatan

Dampak Vape Bagi Kesehatan Menurut Dokter Tak Beda dengan Rokok: Bisa Picu Diabetes hingga Kanker

Rokok elektrik alias Vape disebut memiliki risiko yang sama dengan rokok biasa. Risiko seperti kanker, diabetes, hingga serangan jantung

Dampak Vape Bagi Kesehatan Menurut Dokter Tak Beda dengan Rokok: Bisa Picu Diabetes hingga Kanker
New Atlas
Ilustrasi vapor 

TRIBUNNEWS.COM - Rokok elektrik atau biasa disebut vapor atau vape bukan hal asing lagi di Indonesia, terutama bagi kaum muda.

Banyak anggapan vapor lebih aman dibandingkan rokok bakar biasa.

Namun, beberapa kasus gangguan kesehatan justru terjadi yang disebut disebabkan oleh penggunaan vapor.

Lantas bagaimana pandangan vapor dari sisi medis?

Rokok elektrik disebut memiliki risiko yang sama dengan rokok biasa.

455 Orang Dilaporkan Menderita Penyakit Paru-paru Misterius Akibat Vape, 5 Orang Meninggal Dunia
Ilustrasi Vapor (Thomas Hooten / CDC / MGN)

"Walaupun ada anggapan rokok elektrik lebih aman dari rokok biasa, tetap ada efek samping yang perlu diwaspadai," ujar Dokter Joko Adi Pamungkas dari Puskesmas Baturraden 2 Banyumas kepada Tribunnews.com melalui sambungan telepon,  Rabu (15/1/2020).

Menurut dokter Joko, vapor dapat mengakibatkan kerusakan pada organ paru-paru karena kandungan vapor.

"Ada kandungan formaldehyde (dalam rokok elektrik), yang bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru dan kerusakan paru-paru," ungkapnya.

Untuk diketahui, formaldehyde juga dikenal formalin merupakan senyawa untuk mengawetkan mayat.

formaldehyde
formaldehyde (researchgate.net)

Formalin bahkan dilarang untuk digunakan sebagai pengawet makanan.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved