Senyumkan Bumi

Riset: 2050 Bakal Lebih Banyak Plastik Ketimbang Ikan di Lautan

Berdasarkan data World Economic Forum pada 2016, diperkirakan populasi plastik pada tahun 2050 akan melebihi jumlah ikan di lautan.

BizzInsight
Riset: 2050 Bakal Lebih Banyak Plastik Ketimbang Ikan di Lautan
Shutterstock
Lautan yang tercemar sampah plastik. 

TRIBUNNEWS.COM – Sempat melihat video penyu yang hidungnya kemasukan sedotan, atau bangkai paus sperma di Wakatobi yang perutnya penuh dengan sampah plastik? Sampah terus melukai Bumi.

Berdasarkan data World Economic Forum pada 2016, diperkirakan populasi plastik pada tahun 2050 akan melebihi jumlah ikan di lautan. Tidak henti-hentinya berbagai upaya terus dilakukan. 

Kontribusi itupun kini membuahkan hasil. Menurut data KLKH (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia) yang dirilis tahun 2019, persentase komposisi sampah plastik pada tahun 2018 mengalami pengurangan sebesar 1% (ekuivalen dengan 1,5 juta) ton dibandingkan tahun 2017. 

Banyak masyarakat yang sudah mulai mengambil langkah-langkah kecil yang dapat membantu melestarikan Bumi, seperti mengganti sedotan plastik dengan sedotan besi; berbelanja menggunakan tas tote bag, bukan lagi kantong plastik; menggunakan botol minum tumbler yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi penggunaan botol minum plastik sekali pakai; serta menggunakan sikat gigi ramah lingkungan. 

pepsodent-280120-1
Makhluk laut yang bebas dari ancaman plastik.

Selanjutnya, pemerintah berharap dapat mengurangi 70 persen sampah plastik, yang ditargetkan sampai tahun 2025 nanti. 

Mendukung kerja nyata tersebut, Pepsodent sebagai merek perawatan gigi yang telah memelihara kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia selama lebih dari 70 tahun, mempelopori gerakan #SenyumkanBumi dengan meluncurkan sikat gigi Pepsodent Natural Bamboo, sikat gigi dengan 100% gagang bambu yang ramah lingkungan. 

Bambu bersifat biodegradable, yaitu kemampuan untuk terurai dengan aman dan relatif cepat, secara biologis ke dalam bahan-bahan mentah alam dan membaur kembali ke lingkungan, serta tidak membutuhkan banyak energi untuk diproduksi sehingga telah menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berkontribusi dalam melestarikan lingkungan. 

Pepsodent Natural Bamboo juga memiliki bulu sikat 0,01mm yang lembut untuk membersihkan gigi. Kemasannya pun terbuat dari kertas daur ulang yang biodegradable

Sikat gigi Pepsodent Natural Bamboo tersedia dalam 2 varian, soft yang berwarna putih dan extra soft yang berwarna pink. Kedua ini tersedia dengan harga eceran yang dianjurkan yaitu Rp21.500.

pepsodent-280120-2
Pepsodent Natural Bamboo.

Tidak sampai disitu, kolaborasi Pepsodent Natural Bamboo dengan National Geographic Indonesia, mengajak masyarakat luas untuk tidak sembarangan membuang sikat gigi plastik, namun mengumpulkannya untuk didaur ulang. 

Pepsodent akan menyediakan 60 drop box di gerai-gerai Watsons di Jakarta, Bandung, Surabaya, Kalimantan, dan Bali serta di Pepsodent Dental Expert, Gandaria City, sehingga masyarakat dapat mendonasikan sikat gigi plastik mereka untuk dikumpulkan dan didaur ulang oleh National Geographic Indonesia bersama dengan komunitas KertaBumi, menjadi meja belajar bagi anak-anak usia sekolah yang membutuhkan.

Tertarik untuk ikut #SenyumkanBumi? Saatnya ganti sikat gigi plastikmu! 

Penulis: Dana Delani

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved