Breaking News:

Cara Mengolah Daging Beku yang Tepat untuk MPASI

Daging merah maupun daging putih sangat dibutuhkan dalam program makanan pendamping ASI (MPASI) untuk membantu pertumbuhan anak.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Daging beku siap jual dipersiapkan di rumah potong hewan (RPH) Dharma Jaya, Jakarta, Senin (11/6/2018). PD Dharma Jaya mendistribusikan daging beku impor sebanyak 600 ton dan mempersiapkan sapi siap potong untuk memenuhi kebutuhan daging lebaran. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Daging merah maupun daging putih sangat dibutuhkan dalam program makanan pendamping ASI (MPASI) untuk membantu pertumbuhan anak.

Dengan kondisi pandemi virus corona (Covid-19), saat ini tidak masalah buat para bunda yang menyetok daging beku buat kebutuhan MPASI si kecil.

Yang penting diperhatikan cara menyimpannya agar daging tetap steril dan tidak terkontaminasi partikel bebas.

Baca: Mengetahui Ciri-ciri Daging Sapi Segar

Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, dr. Tities Prawitasari, SpA(K) berbagi tips sebaiknya daging tidak disimpan dalam satu tempat besar tapi di bagi-bagi ke wadah kecil sesuai porsi anak.

"Jadi tidak disimpan dalam bongkahan besar tapi sudah dipotong kecil-kecil supaya bisa mengambilnya secara sesuai yang kita mau dalam satu hari," ucap dr. Tities saat live di instagram IDAI, Kamis (21/5/2020).

Baca: Menakar Kandungan Gizi Lontong, Nasi dan Ketupat, Mana yang Lebih Sehat?

Proses menyimpan daging di wadah-wadah kecil juga untuk menghindari daging yang sudah di keluarkan dimasukkan kembali ke dalam freezer karena daging sudah terkontaminasi dengan udara bebas.

Kemudian saat ingin disajikan cara mendinginkan daging adalah menurunkan dari freezer ke bagian bawah kulkas hingga es pada daging cair.

Atau cara lainnya adalah dengan menggunakan air hangat yakni memasukkan sekaligus dengan plastik atau wadah daging ke dalam air hangat untuk tetap tersterilisasi.

"Supaya gak lama masaknya dari freezer dinginkan dulu, lalu turunkan ke refrigerator atau masukan dengan wadah daging ke air hangat. Kalaun tidak ada lagi kristal esnya baru boleh dilanjut," ungkap dr. Tities. 

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved