Mata Panda Disebabkan Kurang Istirahat dan Penggunaan Skincare yang Berlebih

Dokter Spesialis Kulit dr. Mega Lestari Indah menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan mata panda

IST
Meskipun belum tua, ternyata munculnya kantung mata bisa jadi karena menurunnya jaringan lemak bantalan bawah yang terdapat pada rongga mata. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain kulit kering, jerawat, flek hitam, masalah di bagian kulit wajah yang biasa dikeluhkan adalah bagian kantong mata yang menghitam atau istilahnya mata panda.

Dokter Spesialis Kulit dr. Mega Lestari Indah menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan mata panda.

Baca: HOAKS Pembuluh Darah Mata Pecah Akibat Begadang, Dokter: Itu Kurang Tepat

Yang pertama pastinya karena kurang istirahat.

"Kalau kita kurang istirahat kulitnya akan tampak lebih lesu, lama kelamaan juga biasanya nih muncul kerut-kerut halus muncul garis-garis halus sehingga muncul mata panda yang gelap," kata dr. Mega saat live di instagram RS Keluarga Sehat, Jumat (22/5/2020).

Sehingga, dokter menyarankan walaupun saat ini sedang di rumah saja tetap istirahat yang cukup, dan minum air yang cukup serta makan-makanan sehat.

"Ingat 2-4-2. Dua gelas diminum saat berbuka, empat gelas saat malam setelah berbuka dan dua gelas saat sahur ditambah dengan tidur cukup serta hindari makanan banyak gula dan minyak," ungkap dr. Mega.

Kemudian faktor lainnya yang menyebabkan mata panda adalah overtreatment atau tindakan yang berlebihan saat perawatan wajah.

Misalnya saat meratakan penggunaan pelembap atau moisturizer di bagian bawah mata terlalu ditekan atau ditarik kekencengan padahal bagian bawah mata jaringannya sangat tipis sehingga sangat sensitif.

"Jangan terlalu ditekan atau ditarik-tarik saat pakai moisturizer saat pakai eye cream, terlalu ditarik maupun ditekan membuat mata kita jadi berkantong," ucap dr. Mega.

Baca: Keputusan Pemkot Bekasi Berbeda dengan Pusat, Perbolehkan Salat Ied Berjamaah

Biasanya kalau kantong mata sudah terlalu hitam memang harus ada tindakan medis untuk menyamarkannya sehingga perlu konsultasi dengan dokter apakah harus tindakan dengan alat atau bisa dengan obat

"Kalau sudah terlalu hitan untuk mengembalikannya lagi susah jadi biasanya saya kita lihat dulu apa yang dibutuhkan kulitnya, saya saranin untuk konsultasi dulu," pungkas dr. Mega.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved