Benarkah Fenomena Matahari 'Lockdown' Bisa Timbulkan Gempa Bumi & Kelaparan? Ini Penjelasan LAPAN RI

Matahari disebut tengah memasuki fase minimun yang diduga bisa menimbulkan bencana. Berikut penjelasannya dari pihak LAPAN RI.

(NASA/SDO (AIA))
Ilustrasi matahari- Para ilmuwan menyebut, matahari kini masuk pada fase lockdown. Fase ini bisa menimbulkan bencana di bumi. Mulai dari gempa bumi hingga kelaparan. 

Met Office dan anggota Royal Astronomical Society meminta masyarakat untuk tidak panik terhadap fenomena tersebut.

Hal ini lantaran fenomena yang terjadi merupakan sifat alami.

Seperti yang diketahui, matahari merupakan salah satu bintang yang membuat bumi tetap hidup.

Maka segala aktivitasnya mungkin akan menimbulkan konsekuensi.

Ilmuwan Met Office Jeff Knigt menegaskan, kemungkinannya sangat kecil untuk menimbulkan musim dingin berkepanjangan.

Jeff memprediksi, penurunan suhu tak akan mencapai 20 derajat.

Ilustrasi matahari- Para ilmuwan menyebut, matahari kini masuk pada fase lockdown. Fase ini bisa menimbulkan bencana di bumi. Mulai dari gempa bumi hingga kelaparan.
Ilustrasi matahari- Para ilmuwan menyebut, matahari kini masuk pada fase lockdown. Fase ini bisa menimbulkan bencana di bumi. Mulai dari gempa bumi hingga kelaparan. ((NASA/SDO (AIA)))

Baca: Deretan Fakta Unik Midnight Sun, Fenomena Matahari Tengah Malam di Skandinavia

"Minimum matahari kemungkinan akan mempengaruhi suhu rata-rata global, menjadikannya lebih dingin, tetapi hampir tidak mencapai 20 derajat," katanya.

Meski bumi akan mengalami penuruan suhu, hal ini tidak berarti bahwa masalah pemanasan global telah selesai.

"Hanya karena kita dalam jumlah minimum, itu tidak berarti pemanasan global akan ditangkap atau dibalik - ini memiliki efek yang jauh lebih halus daripada itu," katanya.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia (LAPAN RI) juga turut menyinggung soal fase minimum matahari ini.

Halaman
1234
Penulis: Inza Maliana
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved