Breaking News:

Membongkar Maraknya Postingan Viral Pelakor di Medsos, Psikolog Beberkan Penjelasan yang Mengejutkan

 Psikolog keluarga, Adib Setiawan SPsi MPsi memberikan pandangan terkait maraknya postingan viral pelakor di sosial media.

https://www.freepik.com/
Membongkar Maraknya Postingan Viral Pelakor di Medsos, Psikolog Beberkan Penjelasan yang Mengejutkan 

TRIBUNNEWS.COM - Psikolog keluarga dari Psikolog Keluarga dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia, Adib Setiawan S Psi M Psi memberikan pandangan terkait maraknya postingan viral pelakor di sosial media.

Menurutnya alasan kenapa masyarakat ikut memviralkan postingan tersebut berasal dari kekhawatirannya terhadap keberadaan fenomena pelakor ini.

"Harapan dari mereka ketika itu viral membuat pelakor semakin berkurang," katanya kepada Tribunnews.com, Rabu (15/7/2020).

Selain itu Adib juga menilai saat masyarakat memberikan dukungan berupa like atau ikut menyebarkan postingan pelakor hingga menjadi viral juga memiliki maksud lain.

Utamanya untuk melabeli kegiatan merebut pasangan orang merupakan perilaku yang tidak baik dalam kacamata norma masyarakat.

Baca: Ketahuan Selingkuh dengan Janda, Pria Ini Malah Ceraikan Istrinya, Si Pelakor Ancam Lapor ke Polisi

Psikolog Keluarga Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia (YPPI) (www.praktekpsikolog.com) yang beralamat di Bintaro, Jakarta Selatan.
Psikolog Keluarga Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia (YPPI) (www.praktekpsikolog.com) yang beralamat di Bintaro, Jakarta Selatan. (Istimewa/Adib Setiawan)

"Supaya pelakor ini mendapatkan tempel negatif, sehingga kalau ada yang mau jadi pelakor mereka bisa berpikir 2 kali sebelum melakukannya."

"Karena alasan itu, masyarakat memberikan dukungan penuh, supaya kembali ke pasangan masing-masing dan jangan jadi pelakor," imbuhnya.

Pria yang juga berprakteik di Klinik Terapi Anak Dewasa YPPI Pondok Aren, Tangerang Selatan menjelaskan ada maksud tersirat dari viralnya postingan viral.

Yakni memberikan pesan kepada masyarakat lain untuk melakukan hal yang benar saat mencari pasangan.

"Kalau merebut pasangan orang karena faktor ekonomi, ya cari uang dengan cara baik lah."

"Jangan ganggu rumah tangga orang lain," tegasnya.

Baca: Kasus Perselingkuhan ASN di Medan, Istri Sah Ardy Disebut-sebut Malah Meminta Maaf Pada Pelakor

Kenapa Pelakor itu Muncul?

Ilustrasi pelakor
Ilustrasi pelakor (https://www.freepik.com/)

Menurut Adib pada hakikatnya manusia ingin menjadi baik dan menjalani kehidupan di atas garis yang lurus.

Termasuk tidak mau berselingkuh dan mengkhianati perasaan pasangannya.

Namun karena ada sejumlah kondisi tertentu, membuat seseorang terdorong untuk melakukan aksi merebut pasangan orang lain.

Untuk memudahkan, Adib kemudian memberikan kondisi-kondisi yang dapat memunculkan perilaku untuk menjadi pelakor

Baca: Digerebek Istri Pasangan Selingkuhannya, Pelakor Ini Malah Nasihati Agar sang Istri Introspeksi Diri

"Misalkan suami mau lurus-lurus aja, tapi saat di rumah dicerewetin istrinya dan terlalu posesif, akhirnya si suami selingkuh."

"Atau istri terlalu memberikan kepercayaan 100 persen, maka disalahgunakan sama suami."

"Misalnya juga suami sibuk kerja, hanya memikirkan materi. Istrinya tidak mendapatkan perhatian dan merasa tidak dihargai. Sehingga istri mencari sosok yang bisa menghargai di luar rumah," urai Adib.

Terakhir Adib berpesan, solusi paling jitu untuk menghindari aksi perselingkuhan atau pelakor dengan berkomunikasi.

Cara ini dapat membuat pasangan suami istri terbuka satu sama lain dan dapat saling memperbaiki diri sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan.

"Makanya mendengarkan itu kuci menghindari perselingkuhan," tandasnya.

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved