Breaking News:

Dari Hobi Menyenangkan Saat Pandemi, Menanam Bunga Anggrek Bisa Jadi Inspirasi Bisnis

Menanam bunga Anggrek bisa menjadi salah satu pilihan hobi yang menyenangkan yang bisa ditekuni saat pandemi. Tak sekadar hobi biasa tapi jadi bisnis.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Wahyu (25), pekerja toko bunga hias, membersihkan bunga hias jenis anggrek di salah satu kantor di Jalan Badak Singa, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (11/5/2020). Menanam anggrek jadi hobi yang marak dilakukan saat pandemi covid-19. 

Bermula dari hobi menanam anggrek, hingga akhirnya memutuskan untuk berbisnis.

"Tidak ada niatan ingin berbisnis di anggrek sebenarnya, cuma hobi nanam saja. Lama-lama tanaman anggrek saya makin banyak, akhirnya saya jual anggrek dan lumayan laku. Saya mulai sekitaran dua tahun lalu," kata Yogi.

Yogi mengungkapkan, selama masa pandemi Covid-19 pangsa pasar tanaman hias sedikit meningkat.

Pembeli dari berbagai golongan kini banyak yang mencari tanaman hias.

"Terjadi kisaran setengah tahun lalu atau enam bulan lalu. Itu baru kelihatan kalau anggrek itu sangat laris di pasaran. Sebenarnya kalau disebut naik banget sih tidak juga, cuma ada sedikit kenaikan," ucap Yogi.

Yogi tidak merinci detail kenaikan pendapatan yang diperolehnya selama masa pandemi.

Anggrek bulan, puspa pesona Indonesia
Anggrek bulan, puspa pesona Indonesia (Sylvana Toemon)

Saran Bagi Pemula

Yogi memberikan saran bagi para pemula yang ingin mencoba menanam bunga anggrek.

Dia menyarankan agar para pemula memilih anggrek jenis dendrobium.

"Anggrek dendrobium itu cara penanamannya sangat mudah, dan dia lebih awet. Terus harganya juga cukup terjangkau, untuk kondisi usia remaja harganya di kisaran Rp 20 ribu," kata Yogi.

Dari kondisi remaja sampai berbunga Anggrek dendrobium hanya membutuhkan waktu tiga bulan sampai enam bulan.

Di samping itu anggrek dendrobium terbilang awet, tidak mudah busuk, dan tidak mudah mati.

Media penanaman anggrek dendrobium pun sangat mudah, bisa pakai media pakis atau bisa juga ditempelkan di batang pohon.

"Misalkan kita punya pohon di depan rumah, kita bisa tempelkan di pohon tersebut kemudian kita ikat saja pakai tali, itu sudah beres," pungkas Yogi.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved