Breaking News:

Di Kala Stres, Junk Food Jadi Pelarian, Bagaimana Mencegahnya Agar Terhindar dari Dampak Buruk?

Padahal kita tahu, junk food tidak baik untuk kesehatan kita, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan.

net
Ilustrasi makan banyak 

1. Euforia makanan

Tubuh terprogram secara otomatis untuk menyukai makanan cepat saji. Saat mengonsumsi makanan yang kita sukai, kita merangsang pusat perasaan senang di otak, memicu keinginan untuk makan lebih banyak.

"Gula membuat kita ingin makan lebih banyak gula. Lemak membuat kita ingin lebih banyak lemak," kata Czerwony.

"Otak mencari keadaan euforia makanan yang menyenangkan."

2. Kurang tidur

Studi menunjukkan kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan rasa lapar, termasuk ngemil dan mengidam makanan manis.

Kurang tidur menyebabkan pergeseran beberapa hormon, seperti:

  • Ghrelin: hormon pengontrol rasa lapar meningkat dan menyebabkan kita makan lebih banyak
  • Leptin: hormon penekan nafsu makan berkurang
  • Kortisol: hormon stres meningkat dan merangsang nafsu makan
     

3. Kebiasaan

"Jika makan junk food adalah kebiasaan normal, akan sulit memutus siklus itu," ucap Czerwony.

"Anda terbiasa tidak memasak, menyiapkan, atau merencanakan makanan. Anda makan apa saja yang ada karena itu yang selalu Anda lakukan. Maka akan sulit menghentikannya."

Halaman
1234
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved