Breaking News:

Bantu Orang Beralih ke Pola Makan Vegan Melalui Tantangan 21 Hari Vegan

Sinergia Animal, menawarkan dukungan gratis bagi mereka yang ingin mencoba pola makan berbasis nabati.

IST
Bahan-bahan nabati seperti sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, umbi-umbian, rumput laut dan seralia seperti padi, jagung dan kacang-kacangan mendukung gaya hidup vegan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi perlindungan hewan, Sinergia Animal, menawarkan dukungan gratis bagi mereka yang ingin mencoba pola makan berbasis nabati dengan bantuan profesional serta komunitas.

Melalui berbagai informasi dari beragam kanal mengenai perubahan iklim, hak-hak hewan, berbagai produk-produk yang lebih sehat dan ramah lingkungan yang semakin mudah diakses akhir-akhir ini, jumlah orang yang mempertimbangkan pola makan vegan terus meningkat setiap tahun.

Pada tahun 2018, 70 persen populasi dunia menyatakan akan mengurangi konsumsi daging.

Gerakan ini didorong oleh inisiatif seperti 21 Hari Vegan, tantangan pola makan berbasis nabati bagi para konsumen Indonesia yang didukung oleh LSM internasional, Sinergia Animal.

“Kami membantu orang-orang beralih ke pola makan vegan melalui tantangan 21 Hari Vegan," dalam keterangannya, Senin (21/12/2020).

Baca juga: 2 Pengusaha Meksiko Berhasil Ubah Kaktus Jadi Kulit Vegan sebagai Pengganti Kulit Hewan & Sintetis

Melalui gerakan tersebut, Sinergia Animal memberikan dukungan yang diberikan oleh para ahli gizi spesialis, termasuk resep dan tips lainnya.

"Aspek tersebut merupakan aspek terpenting agar tantangan ini dapat memungkinkan kami untuk mampu merangkul orang-orang baru dalam komunitas vegan ”, ungkap Annabela, Project Manager 21 Hari Vegan dari Sinergia Animal.

Selama pandemi Covid-19, perhatian publik banyak mencermati berbagai debat ilmiah serta masuk ke dalam diskusi antara hubungan produksi dan konsumsi produk hewani, terhadap lingkungan, perubahan iklim, dan kesehatan masyarakat.

“Ada bukti ilmiah yang kuat yang mendukung korelasi antara industri peternakan dan risiko munculnya penyakit menular baru.

Baca juga: Biasa Makan di Warteg, Manohara Akui Gampang Cari Menu Vegan

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved