Breaking News:

Cegah Stunting, Ini Pentingnya Asupan Gizi Seimbang untuk Tumbuh Kembang Anak

Berdasar Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, persentase anak memiliki status gizi pendek atau (stunting) mencapai sekitar 30,8 persen.

Shutterstock
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyakit stunting pada anak di Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan angka yang menjadi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasar Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, persentase anak yang memiliki status gizi pendek atau sangat pendek (stunting) mencapai sekitar 30,8 persen.

Angka ini masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar yang ditetapkan WHO yakni di bawah 20 persen.

Potensi peningkatan stunting ini tidak hanya dipicu melonjaknya tingkat kemiskinan mencapai 10,7 persen hingga 11,6 persen selama masa pandemi virus corona (Covid-19).

Namun juga perkiraan adanya tambahan 5 juta penduduk miskin baru yang berpotensi menghambat akses anak-anak ini dalam mengkonsumsi pangan sesuai dengan gizi seimbang. 

Baca juga: BKKBN Target Angka Stunting Turun 14 Persen di 2024

Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. Dhian Dipo, SKM., MA, menegaskan bahwa stunting hingga saat ini masih menjadi fokus pemerintah.

Bahkan pemerintah juga telah membuat strategi melalui berbagai program agar bisa menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024 .

Ini dilakukan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal.

Pertumbuhan maksimal ini diharapkan turut menguatkan kemampuan emosional, sosial serta fisik agar mereka siap belajar dan mampu berinovasi maupun berkompetisi di tingkat global.

Halaman
1234
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved