Breaking News:

Pandemi Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Mental, Bagaimana Mengatasinya?

Kecemasan pasti dirasakan oleh setiap orang dan terhitung wajar. Tentu, itu selagi masih dalam batas wajar.

freepik.com
Ilustrasi stres. Lama terkurung dalam rumah bisa mempengaruhi kesehatan mental. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kecemasan merupakan suatu istilah yang menggambarkan gangguan psikologis.

Bisanya berupa rasa takut, keprihatinan terhadap masa depan hingga kekhawatiran yang berkepanjangan. 

Semua gangguan tersebut pasti dirasakan oleh setiap orang dan terhitung wajar. Tentu selagi masih dalam batas wajar.

Bahkan rasa cemas terkadang dibutuhkan keberadaannya. Hal ini diungkapkan oleh dr Alifiati Fitrikasari, Sp. KJ (K).

Rasa cemas yang normal terkadang menjadi alarm atas apa yang akan terjadi. Sehingga kita mengatur cara untuk menyiasati agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

"Contohnya saat ujian. Kita merasa cemas, karena takut nilai ujian tidak sesuai keinginan. Oleh karenanya kita belajar. Setelah ujian, kecemasannya pasti akan hilang, " katanya dalam Seminar Online yang dilaksanakan oleh prodi Psikiatri Universitas Diponegoro, Semarang (19/3/2021).

Di sisi lain, nyatanya Pandemi Covid-19 menjadi salah satu stressor psikososial. Atau gangguan terhadap kesehatan mental.

Baca juga: Konsumsi Benzo, Millen Cyrus: Untuk Cegah Kecemasan dan Depresi

Hal ini mungkin berawal dari adaptasi baru yang harus dilakukan. Seperti sebelumnya tidak pakai masker menggunakan masker. Dahulu sering bersosialisasi namun kini diharuskan social distancing.

Menurut Alifiati, dari 2364 responden, sekitar 67 % mengalami depresi, 68% kecemasan dan 77% trauma psikologi. 

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved